full screen background image

2 Remaja di Aceh Dicambuk 100 Kali karena Terbukti Berzina

Share Button
cambuk

Algojo saat sedang melakukan eksekusi cambuk. FOTO | AGUS SETYADI/DETIK.COM 

Banda Aceh-Satu pasangan remaja non-muhrim di Banda Aceh dicambuk 100 kali setelah terbukti berzina. Keduanya mengaku dan bersumpah di depan hakim telah bersetubuh di sebuah rumah kos di kawasan Beurawe, Kecamatan Kuta Alam.

Pantauan detikcom, eksekusi cambuk digelar di Masjid Ar-rahman kompleks Perumahan Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Senin (28/11/2016). Ratusan warga ikut menyaksikan. Sebuah panggung lengkap dengan terpal didirikan di sana.

Satu persatu terdakwa dihadirkan ke atas panggung. Sebelum dicambuk, mereka diperiksa kesehatan oleh tim medis. Setelah dinyatakan sehat, algojo mulai melaksanakan tugasnya. Rotan mendarat ke punggung terpidana sesuai hitungan dari jaksa.

Kedua remaja yang dieksekusi cambuk 100 kali adalah ZF (19) asal Aceh Besar dan RF (19) asal Aceh Besar. Keduanya ditangkap warga saat tengah berbuat mesum di sebuah rumah kos di kawasan Beurawe dua bulan lalu.

Proses cambuk keduanya melibatkan dua algojo. Satu algojo mencambuk dengan kelipatan 20 kali. Tim kesehatan berkali-kali menawarkan kedua terdakwa air minum. ZF menerima tawaran tersebut sementara RF hanya satu kali meneguk air mineral.

Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Yusnardi, mengatakan, Jaksa Penuntut menuntut pasangan remaja ini dengan pasal Ikhtilat (bermesraan). Namun dalam persidangan di depan hakim Mahkamah Syariah Banda Aceh, keduanya mengaku telah berbuat zina. Hukumannya jadi lebih berat.

“Mereka mengaku dan bersumpah di depan hakim. Itulah alasannya hakim memutuskan hukuman cambuk 100 kali,” kata Yusnardi kepada wartawan usai eksekusi.

Dalam hukum jinayat, hakim dapat memutuskan seseorang berzina jika ada empat orang saksi yang melihat secara langsung perbuatan mereka. Selain itu, pengakuan terpidana dan sumpah juga menjadi landasan hukuman dan itu lebih kuat dibandingkan saksi.

“Setelah dicambuk mereka sudah bebas,” jelas Yusnardi.

Selain dua remaja tersebut, dua pasangan lain juga dieksekusi hari ini. Satu pasangan khalwat (berduaan ditempat sepi) dan satu lagi pasangan ikhtilat. Namun satu terpidana ikhtilat gagal dicambuk karena sedang hamil dua bulan.

Terpidana khalwat adalah AS (32) asal Aceh Besar dan SW (34) asal Sigli. Keduanya ditangkap petugas polisi syariat di kawasan Peunayong Banda Aceh. Setelah menjani persidangan, keduanya divonis 8 kali cambuk.

Sementara pasangan ikhtilat yaitu Muh (18) asal Aceh Utara dan pasangannya sedang hamil dua bulan. Pasangan ini ditangkap warga di kawasan Komplek Cinta Kasih Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Mereka divonis 25 kali sabetan rotan.

“Mereka semua melanggar pasal yang diatur dalam hukum Jinayat,” ungkap Yusnardi.

SUMBER | DETIK.COM 

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM


Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.