full screen background image

BMKG Peringatkan Bahaya Longsor di Aceh

Share Button
ilustras-Longsor/Foto | KOMPAS.COM@Shutterstock

ilustras-Longsor/Foto | KOMPAS.COM@Shutterstock

Lhokseumawe-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Blang Bintang Aceh Besar, Provinsi Aceh memperingatkan daerah-daerah dataran tinggi rawan terjadi longsor.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Blang Bintang Zakaria mengatakan, selama tiga hari ke depan wilayah Provinsi Aceh berpeluang terjadinya hujan, mulai dari intensitas sedang hingga lebat.

“Menurut pantauan dari satelit, secara umum wilayah Aceh berpeluang terjadinya hujan sedang hingga deras selama tiga hari kedepan, sehingga untuk daerah-daerah dataran tinggi berpeluang terjadinya longsor,” ujar Zakaria.

Zakaria menambahkan, daerah-daerah yang berpotensi terjadinya longsor seperti di Kabupaten Bener Meriah, Geumpang dan daerah-daerah yang berada di Daerah Aliran Sunggai (DAS), berpeluang terjadinya banjir bandang.

Begitu juga dengan gelombang laut ada terjadi peningkatan seperti di perairan Sigli mencapai 2,5 meter dan untuk perairan di wilayah Kota Lhokseumawe, gelombang lautnya masih normal.

“Kita semuanya harus lebih mewaspdai terhadap peluangnya terjadi bencana alam, karena kapan waktu datangnya kita tidak perna tahu. Selama intensitas hujan meningkat, peluang terjadinya longsor dan banjir lebih besar,” tutur Zakaria.

Tambahnya, meningkatnya intensitas hujan tersebut, disebabkan karena adanya pusaran angin di Samudera Hindia atau tepatnya di sebelah barat Provinsi Aceh, sehingga massa udara yang ada di Samudera Pasific, tertarik ke Samudera Hindia.

Sehingga mengakibatkan pembelokan angin di atmosfer Aceh dan pelambatan kecepatan angin, serta suhu muka laut ada anomali di perairan Aceh berupa peningkatan suhu muka laut.

“Akibat adanya peningkatan suhu muka laut, uap airnya juga lebih banyak sehingga terbentuk awan-awan konvektif atau awan hujan. Apabila dilihat dari kelembaban udara di atmosfer Aceh masih tinggi, mengakibatkan uap air terkondensasi menjadi butir-butir awan, maka bisa terjadi hujan lebat,” ungkap Zakaria.

Sumber | ANTARANEWS.COM

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM