oleh

4 Desember Bukan Berarti Membangkitkan Kembali Pemberontakan, Tapi…

aziz-muhajir
Juru Bicara DPW PA Aceh Jaya, Azis Muhajir, S.Fil.I, MA (kanan) bersama Safriantoni atau akrab disapa Pang Toni (kiri). FOTO | DOK. PENAPOST.COM

Banda Aceh-4 Desember adalah hari deklarasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM), ini bukan berarti membangkitkan kembali pemberontakan, tetapi untuk mengenang dan berdoa untuk para syuhada yang telah berjasa berjuang menuntut keadilan.

Hal itu disampaikan Juru Bicara DPW Partai Aceh Aceh Jaya, Azis Muhajir, S.Fil.I, MA, dalam siaran pers yang diterima PENAPOST.COM, Minggu, 4 Desember 2016, di Banda Aceh.

Kata dia, Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh di setiap Sagoe di wilayah Meureuhom Daya mengadakan kegiatan memperingati hari Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-40 tahun dengan mengusung tema “Sapeue Kheun Sapeue Pakat, Sang Seuneusab ta Meuadoe-a”.

“Acara milad GAM merupakan kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan di tanoh Mereuhom Daya yang dipusatkan pada makam Al-Syahid yang ada di setiap kecamatan. Serangkaian kegiatan yang dilakukan antara lain do’a bersama untuk para Syuhada, tausiah dan diakhir acara memberikan santunan kepada anak yatim,” tulisnya.

Masih kata Azis Muhajir, di setiap sagoe pihaknya mengundang seluruh instansi Muspika, Kapolsek, Koramil dan tokoh-tokoh masyarakat di kecamatan setempat beserta seluruh anak Yatim dan janda korban konflik.

“Terkait pengibaran bendera bintang bulan kita masih menunggu proses cooling down, kita berharap pimpinan republik ini cepat merealisasi seluruh nota kesepahaman yang tercantum di dalam Mou Helsinki, jangan ada lagi kecurigaan politik karena Aceh adalah Indonesia,” katanya lagi.

Ia menambahkan, damai Aceh sudah 11 tahun, itu bukan waktu yang singkat, janganlah terlalu lama menguji kesabaran rakyat Aceh untuk menunggu, tambahnya.

Penulis | Hidayat Pulo/Rls

Komentar

News Feed