full screen background image

48 Tim dan 576 Pemain Berlaga di Kompetisi DNC 2017 Regional Aceh

Share Button
berebut-bola

Pemain SSB Putra Rimba berebut bola dengan pemain SSB SD Kartika, Banda Aceh dalam festival sepakbola kualifikasi Aqua Danone Nations Cup (Aqua DNC) Regional Aceh 2015, di Stadion H Dimurthala, Lampinueng, Banda Aceh, Sabtu (4/4/2015). SERAMBI INDONESIA 

Banda Aceh-Sebanyak 48 tim dari 18 Kabupaten/Kota di Aceh dan 576 pemain akan terlibat dalam pertandingan selama dua hari pada kompetisi sepakbola Danone Nations Cup (DNC) 2017 regional Aceh. Jum’at, 24 Maret 2017 malam, kompetisi sepakbola tersebut resmi dibuka Asisten II Setda Aceh Syaiba Ibrahim atasnama Gubernur Aceh.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Aceh, berharap salah satu Sekolah Sepak Bola (SSB) dari Aceh bisa menjadi tim terbaik nasional sehingga bisa mewakili Indonesia dalam ajang sepak bola dunia usia 12 tahun di Amerika Serikat pada Desember mendatang.

“Kita (SSB dari Lhokseumawe) pernah mencatat prestasi nasional pada tahun 2012. Tahun ini kami harapkan ada tim dari Aceh yang kembali bisa menang di tingkat nasional,” ujar Gubernur.

Dikatakan dia, pada tahun 2012 lalu, SSB dari Kota Lhokseumawe berhasil menjadi juara Danone Nations Cup dan sekaligus berhasil mewakili Indonesia di kejuaraan Internasional di Polandia.

“Kami mengharapkan di tahun ini prestasi itu bisa kembali kita raih. Bakat sepak bola Aceh, ada pada tangan anak-anak usia 12 tahun ini. Karena itu, kita meminta agar dalam pertandingan nantinya, para pemain bisa memainkan pertandingan dengan sportif,” katanya.

Koordintor Danone Aceh, Muhammad Amsar menjelaskan, pihaknya telah melakukan screaning tes untuk menjaring pemain usia 11-12 tahun itu. “Kita sudah screaning tes untuk menjaring pemain 11-12 tahun. termasuk juga screening medis lewat pemeriksaan gigi,” ujar Muhammad Amsar.

Ia menyebutkan, juara terpilih akan mewakili Aceh bertanding pada level nasional pada Juli nanti. Jika menang, tim tersebut akan mewakili Indonesia untuk bermain pada Danone Nations Cup 2017 di Amerika Serikat.

Sementara itu, penanggung jawab DNC 2017, Muhammad Anugerah, menyebutkan Aceh merupakan daerah yang paling peduli pada pembinaan sepak bola usia anak. Provinsi Aceh, menurutnya, merupakan daerah regional paling bersih dari sisi umur. Prestasi itu berhasil dipertahankan dalam 2 tahun berturut-terut.

“Padahal, beberapa tahun lalu, Aceh menjadi daerah dengan kasus terbanyak dalam hal kesandung umur. Untuk tahun ini dari hasil screaning, diketahui hanya dua pemain yang melebihi usia 12 tahun,” sebutnya.

Ia berharap, semua pemain yang berkompetisi itu tanpa adanya tekanan. “Siapa pun yang mewakili Aceh semoga bisa mengulang sejarah yaitu mewakili Indonesia di level internasional,” harap Muhammad.

[Penulis | Rizal JP]
[Editor   | Muzai Punteuet]

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM