full screen background image

5 Bos Cantik Asal Indonesia Bisa Jadi Inspirasi Wanita Muda

Share Button

Kaum perempuan saat ini nggak bisa lagi dipandang sebelah mata. Sejak era emansipasi, perbedaan gender sudah basi untuk dibicarakan dalam dunia profesional. Wanita yang punya keahlian dan kemampuan layak, berhak menduduki posisi tertentu bahkan teratas di sebuah perusahaan, departemen atau bahkan di negara ini.

Sekarang, sudah bukan hal aneh lagi bahwa dalam dunia bisnis, banyak wanita yang menempati jabatan lebih tinggi daripada kaum pria. Enggak tanggung-tanggung, jabatan tinggi sekelas CEO sudah jadi hal yang biasa.

Berikut 5 bos wanita asal Indonesia seperti dilansir hipwee.com:

1. Putri Kuswisnu Wardhani

putri-kuswisnu-wardhani

Putri Kuswisnuwardhani. FOTO | MERDEKA.COM 

Wanita kelahiran Jakarta 20 September 1959 ini mengawali karirnya di PT Mustika Ratu pada 1986 sebagai kepala Departemen Promosi dan Periklanan. Setelah kuliahnya S2 nya selesai, ia ditempatkan di bawah manajer keuangan, dan secara bertahap diangkat menjadi manager keuangan. Sejak 1991, lulusan Master of Business Administration dari National University Inglewood, California, Amerika Serikat, ini menjabat wakil presiden Direktur.

Hingga pada 12 Januari 2011, ia berhasil menduduki pucuk pimpinan perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1975 itu sekaligus secara resmi menggantikan ibunya. Selain parasnya yang cantik, ia dikenal sebagai wanita yang cerdas dan pandai berbisnis. Kelebihan itu bisa jadi diwarisinya dari sang ibu, BRA Mooryati Soedibjo.

2. Nurhayati Subakat

nurhayati-subakat

Nurhayati Subakat. FOTO | MERDEKA.COM 

Pendiri sekaligus CEO dari PT Paragon Technology and Innovation ini lahir di kota Padang Panjang, Sumatera Barat pada tanggal 27 juli 1950. Ia sempat bekerja di perusahahan kosmetik terkenal sebagai staf quality control.

Karirnya di perusahaan tersebut kemudian menanjak, namun Nurhayati Subakat memilih keluar dan merintis usahanya sendiri. Berbekal pengalaman ketika bekerja di perusahaan kosmetik tersebut, ia kemudian mencoba untuk membuat produk sampo sebagai titik awal usahanya.

Setelah sempat mengalami kegagalan, ia kemudian mencoba untuk melakukan inovasi baru dengan membidik konsumen muslimah yang pada akhirnya meluncurkan produk yang dikenal dengan nama Wardah pada tahun 1995 dan juga mulai masuk di pasar tata rias. Bermula dari usaha rumahan yang ditawarkan door to door, kini perusahaannya sudah menguasai pasar tujuan dan merambah hingga ke negara lain.

3. Dian Siswarini

dian-siswarini

CEO XL Dian Siswarini. FOTO | MERDEKA.COM 

Wanita lulusan teknik elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengawali karirnya di PT XL Axiata pada tahun 1996. Latar belakang pendidikan yang dimilikinya membuat Dian lebih banyak berurusan di lapangan daripada duduk di belakang meja kerja.

Uniknya, Dian mengaku sempat memanjat menara BTS (Base Transceiver Station) untuk melakukan perbaikan teknis secara langsung. Dian enggak pernah merasa hal tersebut adalah pekerjaan laki-laki karena ia merasa kompeten untuk melakukan hal tersebut.

Namun diam-diam ternyata dirinya menyimpan kemampuan managemen eksekutif di atas rata-rata. Hingga akhirnya pada tahun 2015, Dian dinobatkan menjadi CEO PT XL Axiata dengan asumsi bahwa Dian bukan hanya seorang pemimpin yang paham akan masalah teoritis, namun juga sudah berhasil membuktikan kinerja nyata serta banyak aktif terlibat dalam program-program XL Axiata.

4. Catherine Hindra Sutjahyo

catherine-hindra-sutjahyo

Catherine Hindra Sutjahyo. FOTO | MERDEKA.COM 

Sukses menjadi konsultan di McKinsey & Company ternyata nggak membuat Catherine langsung berpuas diri. Pada tahun 2012, Catherine melakukan lompatan besar dalam karirnya. Bersama rekannya, Hadi Wenas, Ia mendirikan online shop Zalora yang langsung mendapat tanggapan yang baik dari publik.

E-commerce yang merupakan bagian dari Rocket Internet ini telah menjadi sangat besar. Keahlian analisisnya yang tajam, serta keyakinannya akan kelancaran bisnis e-commerce ini, akhirnya usaha Catherine pun membuahkan hasil yang maksimal.

5. Diajeng Lestari

diajeng-lestari

Diajeng Lestari. FOTO | MERDEKA.COM 

Setelah memutuskan berhenti bekerja sebagai marketing researcher di sebuah perusahaan, alumni FISIP Universitas Indonesia ini meneguhkan niatnya tersebut khususnya di ranah islamic fashion. Keputusannya ini bukan tanpa alasan, karena selain juga seorang muslim, Diajeng melihat potensi yang besar di ranah ini di Indonesia, yang notabene merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Ajeng mendirikan HijUp pada tahun 2011 yang menjual pakaian dan aksesoris khusus untuk para hijabers. Hingga kini, sudah ada lebih dari 120 brand dari para desainer lokal yang tergabung di website-nya.

SUMBER | MERDEKA.COM 

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM