oleh

500 Peserta LASENAS dan INTI BANGSA Se Indonesia Kumpul di Aceh

Banda Aceh-Sebanyak 500 peserta se Indonesia, dilaporkan berkumpul di provinsi Aceh, guna meramaikan Lawatan Sejarah Nasional (LASENAS) dan Internalisasi Nilai-Nilai Kebangsaan (INTI BANGSA).Sebagaimana diketahui, provinsi Aceh dipilih sebagai tuan rumah LASENAS dan INTI BANGSA.

Kegiatan tersebut dibuka Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid atasnama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Jum’at (27/04/2018) malam, di Pendopo Gubernur Aceh, di Banda Aceh.Acara tersebut akan berlangsung hingga 1 Mei 2018 nanti.

Peserta LASENAS dan INTI BANGSA berjumlah 500 orang yang merupakan utusan dari sekolah siswa-siswi dan guru SMA/SMK/MA sederajat, komunitas sejarah dan instansi terkait.

Dalam kegiatan tersebut peserta diagendakan untuk mengunjungi situs bersejarah yang tersebar di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Kota Sabang.

Adapun situs bersejarah yang akan dikunjungi peserta meliputi, Makam Teungku Chik Di Tiro, Makam Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arief, Masjid Indrapuri, Museum Negeri Aceh, Replika Pesawat RI 001 Seulawah, Museum Tsunami dan Masjid Raya Baiturrahman.

Berikutnya, Minggu, (29/04/2018), lawatan juga dilakukan di Kabupaten Aceh Besar.Di daerah ini peserta akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah yaitu, Makam Pahlawan Nasional Malahayati, Benteng Iskandar Muda, Benteng Indra Patra, Gunongan dan Rumah Cut Nyak Dhien.

Selanjutnya pada Senin 30 April 2018, peserta Lasenas menuju Kota Sabang untuk melakukan lawatan berbagai tempat bersejarah meliputi, Titik Nol Kilometer, RSJ, Lipory, Europheesche Legere School (SD 6 dan SD 2) dan Sign Post.

Ditempat dan waktu bersamaan, juga diselenggarakan kegiatan internalisasi nilai-nilai kebangsaan (Inti Bangsa).Kegiatan ini merupakan upaya memaknai, menghayati dan merefleksikan nilai-nilai kebangsaan dengan berlandaskan pada nilai kearifan sejarah dan budaya bangsa untuk mewujudkan insan pendidikan yang cerdas dan berkarakter.

Kegiatan ini menggabungkan tiga konsep utama yaitu, sejarah, kebangsaan dan pendidikan berkarakter yang ditujukan untuk guru SMA/SMK/MA sederajat, mata pelajaran Sejarah dan guru SMP studi IPS dari 34 provinsi di Indonesia.

Wawasan Kebangsaan

Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM mewakili Gubernur Aceh, mengatakan kegiatan Lawatan Sejarah Nasional (Lasenas) dan internalisasi nilai-inilai kebangsaan ini tidak hanya mampu meningkatkan pendidikan. Namun, kegiatan tersebut juga mampu meningkatkan wawasan kebangsaan sehingga semangat cinta tanah air semakin menguat di dalam hati.

“Kisah dan semangat idealisme dan perjuangan para pahlawan Aceh di masa lalu tidak diragukan lagi, karena perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa tidak pernah berhenti di Aceh. Ketika daerah-daerah lain di Indonesia tunduk di tangan penjajah, Aceh adalah wilayah yang dengan lantang menyuarakan eksistensi Indonesia kepada dunia. Berkat perjuangan itu, dunia tidak pernah mengakui Indonesia sebagai wilayah taklukkan Belanda,” kata Sekda Dermawan pada acara penyambutan peserta Lasenas dan Inti Nilai Kebangsaan di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jum’at (27/04/2018) malam.

Sekda mengatakan sikap cinta masyarakat Aceh kepada Indonesia juga tidak diremehkan. Pada masa kemerdekaan, rakyat Aceh rela mengumpulkan hartanya untuk membeli dua unit pesawat terbang. Kedua pesawat tersebut kemudian dipergunakan untuk kepentingan Presiden Soekarno melakukan diplomasi ke berbagai wilayah.

Selain itu, orang Aceh juga menjadi kontributor utama berdirinya Tugu Monas Jakarta. Menurut Sekda Dermawan, bongkahan emas yang ada di puncak Tugu Monas merupakan pemberian Teuku Markam, salah satu saudagar Aceh.

“Jadi kalau dikatakan orang Aceh tidak cinta NKRI, itu adalah pandangan yang salah. Yang dituntut orang Aceh selama ini adalah sikap bijak dari penguasa agar pembangunan berjalan adil dan merata,” ujar Sekda Dermawan.

Sekda Dermawan menilai masyarakat Aceh akan sangat senang untuk berbagi, berdiskusi maupun bertukar pengalaman mengenai sejarah, adat dan budaya Aceh.

“Mudah-mudahan dengan mengenal Aceh lebih dalam, bapak, ibu dan anak-anak kami semua semakin bangga dengan keberagaman yang ada di negeri kita,” kata Sekda Dermawan.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Dermawan juga tidak lupa mengimbau para peserta agar ketika pulang ke daerah masing-masing, menceritakan kondisi Aceh saat ini yang aman dan damai. Karena, selama ini banyak masyarakat luar yang memandang negatif terhadap kondisi Aceh.

Sebagai catatan, Lasenas merupakan kegiatan belajar sejarah dengan metode melawat objek-objek atau situs sejarah yang membangun memori kolektif peserta dan memberikan orientasi nilai-nilai kebangsaan, kejuangan dan rasa cinta tanah air. Kegiatan ini akan dilakukan di Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Sabang.[]

(Editor | M.Zairin)

Komentar

News Feed