full screen background image

Agar Tetap Aman, Wisatawan di Raja Ampat Harus Didampingi Guide Lokal

Share Button
Painemu Raja Ampat. Foto | Johanes Randy/Detik.com

Painemu Raja Ampat. Foto | Johanes Randy/Detik.com

Jakarta Gugusan kepulauan Raja Ampat di Papua Barat sangat mahsyur namanya di kalangan wisatawan. Selain bentang alamnya yang indah, selama ini Raja Ampat dikenal cukup aman untuk berwisata.

Namun, tiba-tiba ada kejadian seorang turis asal Rusia Sergey Lykhvar (37) yang tewas diserang buaya saat sedang snorkeling. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo menyatakan, kejadian tersebut murni kecelakaan dan baru pertama kali terjadi. Ada faktor human error dalam kejadian itu.

“Pertama gini, seluruh Indonesia ada habitatnya hewan-hewan buas ya. Wisatawan harus didampingi guide lokal, kalau tidak ya tidak bisa. Di Raja Ampat harus didampingi oleh orang lokal,” kata Yusdi saat berbincang dengan detikcom, Minggu (3/4/2016).

Yusdi menjelaskan, kejadian wisatawan diserang buaya baru kali ini terjadi. Hal tersebut bisa terjadi karena saat snorkeling di Pulau Manyaifun, Sergey tidak menaati aturan untuk didampingi guide lokal. Padahal, Sergey belum paham keadaan alam di sekitar Pulau Manyaifun.

“Kejadiannya kan mereka kan tidak tahu kondisi Raja Ampat. Selama ini tidak pernah ada kejadian serangan,” jelasnya.

“Himbauan kita untuk seluruh wisatawan didampingi guide lokal. Selama didampingi guide lokal, kita jamin tetap aman,” tegasnya.

Pulau Manyaifun tempat Sergey snorkeling berada 60 mil dari Kota Raja Ampat. Di salah satu sisi Pulau Manyaifun memang terdapat hutan mangrove yang biasanya menjadi habitat buaya. Sebelumnya, menurut Kapolres Raja Ampat AKBP Erfie Mahit sebenarnya Sergey sudah dilarang snorkeling di Pulau Manyaifun apalagi tanpa didampingi guide. Namun, WN Rusia itu tetap melakukan snorkeling di Manyaifun.

SUMBER | DETIK.COM

Facebook Comments