full screen background image

Penumpang Muslim Kembali Diusir dari Pesawat Amerika

Share Button
Ilustrasi (Justin Sullivan/Getty Images)

Ilustrasi (Justin Sullivan/Getty Images)

Jakarta – Aksi pengusiran terhadap penumpang Muslim kembali terjadi di maskapai Amerika Serikat. Kali ini dialami satu keluarga Muslim dalam penerbangan maskapai United Airlines di Bandara Internasional O’Hare Chicago bulan lalu.

Dikutip CNN, Minggu (3/4), ibu dalam keluarga itu, Eaman-Amy Saad Shebley mengunggah rekaman pengusiran mereka di Facebook. Dalam peristiwa itu, pramugari dan pilot meminta mereka keluar pesawat setelah bertanya soal sabuk pengaman tambahan untuk kursi anak.

Pihak maskapai dalam pernyataannya mengatakan, keluarga Shebley diminta keluar karena masalah kursi tambahan yang tidak sesuai dengan standar keamanan pesawat.

“Mereka awalnya dijadwalkan terbang pada pesawat SkyWest 5811, yang dioperasikan United Express dari O’Hare Chicago ke Washington, D.C., tapi kami memindahkan mereka ke penerbangan berikutnya karena khawatir akan keamanan kursi anak mereka, yang tidak sesuai dengan peraturan keamanan federal,” kata maskapai.

“United dan Skywest memiliki pegawai dengan standar profesionalisme tertinggi dan tidak menoleransi diskriminasi,” lanjut pernyataan tersebut.

Namun penjelasan ini tidak diperoleh oleh keluarga Shebley di dalam pesawat. Dalam video, wanita berjilbab yang pergi bersama suami dan tiga anaknya pada 20 Maret tidak diberitahu soal standar keamanan tersebut. Mereka hanya diminta keluar tanpa penjelasan.

Pilot menjawab “karena itu adalah keputusan saya,” ketika oleh suami Shebley mengenai pengusiran mereka.

“Keluarga ini tidak melakukan perbuatan apa pun yang layak diusir oleh kru pesawat, mereka hanya bertanya soal bagaimana cara agar bayinya aman,” kata Rehab.Shebley sempat bertanya, “apakah ini keputusan yang diskriminatif? Apa alasannya?”. Pilot itu hanya menjawab “karena masalah keamanan penerbangan.”

Ahmed Rehab dari Dewan Hubungan Islam-Amerika, CAIR, mengatakan keluarga Shebley menuntut permintaan maaf dari pihak United Airlines.

“Saya merasa dikucilkan, dipermalukan dan tidak berdaya,” kata Shebley dalam pernyataannya yang dirilis CAIR.

Rehab mengatakan, Shebley akhirnya mengambil penerbangan lain agar anak-anaknya tidak takut.

Peristiwa ini menambah panjang daftar pengusiran penumpang Muslim oleh maskapai di Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya.

Sebelumnya Desember tahun lalu, empat pria yang berparas Muslim diturunkan dari pesawat Republic Airways di AS. Padahal seorang di antara mereka adalah pria Sikh yang memakai turban.

Mei tahun lalu lalu, seorang wanita Muslim mengeluhkan perlakuan pramugari yang menurutnya rasis. Saat itu, Tahera Ahmad, 31, tidak diberikan minuman dengan kaleng karena khawatir bisa dijadikan senjata.

“Kami muak dengan pengusiran terhadap penumpang berparas Muslim dari penerbangan karena alasan yang tidak masuk akal, di bawah klaim ‘keamanan’,” kata Rehab.

SUMBER | CNNINDONESIA.COM

Facebook Comments