full screen background image

Hari Buruh di Aceh Diharap Jadi Contoh Bagi Daerah Lain

Share Button
Panitia bersama yang terdiri dari unsur pemerintah Aceh dan serikat pekerja/buruh melakukan konferensi pers di gedung PWI Aceh. Rabu, 27 April 2016. Foto| Hidayat

Panitia bersama yang terdiri dari unsur pemerintah Aceh dan serikat pekerja/buruh melakukan konferensi pers di gedung PWI Aceh. Rabu, 27 April 2016. Foto| Hidayat

Banda Aceh – Hari buruh se dunia yang diperingati setiap 1 Mei, diharapkan dapat menjadikan Provinsi Aceh sebagai contoh bagi Provinsi lainnya di tanah air. Bahkan, pemerintah bersama serikat pekerja dan serikat buruh mempunyai tekad hari buruh itu diperingati tanpa adanya anarkisme.

Menjelang peringatan Hari Buruh Sedunia, Panitian Bersama yang terdiri dari unsur Pemerintah Aceh dan Serikat Pekerja/Serikat Buruh, hari ini (Rabu, 27 April 2016) melakukan kegiatan publikasi media dengan melaksanakan konferensi pers di kantor PWI Aceh bersama rekan-rekan media baik media cetak, media elektronik dan media online. Konferensi pers ini juga merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan panitia bersama menjelang peringatan Hari Buruh Sedunia.

Di antara kegiatan yang akan digelar untuk meyambut peringatan Hari Buruh Sedunia ini adalah melakukan konferensi pers atau publikasi media, talk show di berbagai televisi, talk show di berbagai radio, dan acara puncaknya adalah ramah tamah atau malam keakraban para pekerja/buruh dengan Gubernur Aceh.

Khaidir, sebagai Kabid Hubungan Industrial Disnaker Mobduk Aceh mengatakan, bahwa perayaan peringatan Hari Buruh Sedunia di Provinsi Aceh akan dilakukan lebih harmonis dari tahun-tahun sebelumnya.

“Peringatan Hari Buruh Sedunia tahun ini dilakukan lebih harmonis, ramah tamah dengan Gubernur nanti diharapkan para serikat pekerja dan serikat buruh dapat menyampaikan aspirasinya secara baik,” kata Khaidir.

Khaidir juga berharap peringatan Hari Buruh Sedunia yang diperingati di Provinsi Aceh dapat menjadi contoh buat Provinsi-provinsi lain di seluruh Indonesia jika nantinya berhasil.

“Kita berharap peringatan Hari Buruh di Aceh jika berhasil nantinya dapat menjadi contoh bagi Provinsi lain yang ada di seluruh Indonesia. Karena sudah beberapa tahun kita memperingati Hari Buruh ini tidak terjadi anarkisme dan kericuhan-kericuhan,” ujarnya.

Sedangkan Syarifah Rahmatillah, Kasi Hubungan Industrial pada Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Pendudduk juga memberikan penjelasan, bahwa pengusaha tetap dilibatkan dalam serangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan oleh penitia bersama dalam peringatan Hari Buruh Sedunia nantinya.

“Pengusaha tetap akan kita libatkan dalam talk show atau seminar dan silaturrahmi sebagai peserta dan narasumber, supaya dapat terlibat langsung dan jika ada yang bertanya bisa langsung kepada pengusahanya,” ujar Syarifah.

“Pemerintah juga akan memberikan penghargaan kepada para pekerja atau buruh dan pengusaha yang baik dan dianggap berprestasi, tentu ada penilaiannya nanti,” tambahnya.

Sementara dari perwakilan perkumpulan serikat pekerja/ serikat buruh, habibi Inseun menyapaikan, bahwa serikat buruh akan selalu memperhatikan hak-hak pekerja/buruh yang ada di Aceh. menurutnya kesejahteraan pekerja di Aceh harus diperhatikan agar tidak ada yang dihilangkan hak-haknya, dan kesejahteraan buruh itu ada.

“Kita akan selalu memperhatikan hak-hak pekerja/buruh yang ada di Aceh. Kesejahteraan pekerja di Aceh harus diperhatikan agar tidak ada yang dihilangkan hak-haknya, dan kesejahteraan buruh itu ada,” cetusnya.

Habibi juga menjelaskan, bahwa jika ada pekerja/buruh yang dilanggar hak mereka, maka pekerja itu akan melapor kepada persatuan mereka, jika tidak ada yang melaporkan adanya pelanggaran dari perusahaan tersebut maka perkumpulan mereka menganggap tidak ada masalah apapun.

Para serikat pekerja/buruh sendiri telah menyampaikan kepada Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah untuk dapat memperhatikan kesejahteraan para pekerja/buruh di Aceh pada pertemuan perwakilan pengurus serikat pekerja yang difasilitasi Kadisnaker Mobduk Aceh, Kamaruddin Andalah, S.Sos, M.Si pada tanggal 26 April 2016 lalu sekaligus meminta waktu Gubernur Aceh untuk dapat memberikan sambutan pada kegiatan ramah tamah bersama pekerja/buruh yang rencananya akan digelar pada 2 Mei 2016 di Anjong Mon Mata.

Reporter | Hidayat

Facebook Comments