oleh

Babun Najah Wisuda 99 Santri, Abu Madinah Singgung Masalah Korupsi

Para santri pesantren Modern Babun Najah yang sudah diwisudakan sedang berfoto bersama usai kegiatan perpisahan dengan pihak pesantren dan bersiap kembali ke kampung halamannya masing-masing. Foto | Hidayat
Para santri pesantren Modern Babun Najah yang sudah diwisudakan sedang berfoto bersama usai kegiatan perpisahan dengan pihak pesantren dan bersiap kembali ke kampung halamannya masing-masing. Foto | Hidayat

Banda Aceh – Pondok Pesantren Modern Babun Najah, Ulee Kareng, Banda Aceh Minggu, 1 Mei 2016 mewisudakan sebanyak 99 santri terbaiknya yang telah behasil menyelesaikan dan melewati semua ujian akhir yang diberikan pihak pengajaran dayah/pesantren modern Babun Najah.

99 santri yang diwisuda tersebut terdiri dari 5 orang lulusan dengan katagori lulusan terbaik (Mumtaz), 15 orang lulusan baik sekali (Jayiid Jiddan), 68 lulusan katagori Baik (Jayyid), dan 11 orang santri dengan katagori lulusan Cukup (Maqbul).

Sebelum membacakan semua nama-nama wisudawan, pihak pesantren yang dipimpin Drs. tgk . H. Muhammad Ismy, Lc. MA atau yang akrab disapa Abu Madinah itu terlebih dulu memberikan penghargaan khusus bagi 5 wisudawan yang mendapatkan nilai kelulusan terbaik, yaitu;
1. Nevi Maryani Aulia Binti Azhari
2. Fitri Rahayu Binti M. Sufi
3. Mutia Zahara Binti Mustafa
4. Areif Munandar Bin Sulaiman
5. Yuswar Bin Gade

Dalam kesempatan tersebut, Tgk. H. Muhammad Ismy selaku pimpinan pesantren juga menyinggung masalah korupsi yang sekarang marak terjadi di kalangan masyarakat. Abu Madinah berharap, almuni Babun Najah menjadi contoh yang dapat memberika suri teladan bagi masyarakat dalam penanggulangan wabah korupsi.

”Walaupun nanti sudah jadi polisi, camat, perawat dan sebagainya, mudah-mudahan tidak ada alumni pesantren kita yang korupsi,” harap Abu Madinah.

Abu Madinah meminta semua santrinya yang diwisuda hari ini dapat menjaga nama baik almamater dengan baik. Dia melarang santrinya jangan pernah menerima suap. Selain itu, alumni Madinah yang juga pendiri pondok pesantren Babul Maghfirah ini meminta kepada seluruh wali santri dan seluruh hadirin agar tidak takut mengantarkan anaknya masuk pesantren.

”Jangan sekali-kali menerima sogok.! Dan kepada orangtua juga jangan pernah takut mengantarkan anaknya masuk ke pesantren,” tambah Abu Madinah.

Reporter | Hidayat

Komentar

News Feed