oleh

Mahasiswa Nilai DPRA Keruk Uang Rakyat

Wakil Ketua DPRA, Teuku Irwan Djohan didampingi Abdullah Saleh dan Azhari Cagee sedang mendengarkan orasi mahasiswa terkait penambahan anggaran perjalanan dinas anggota DPRA. Foto | Hidayat
Wakil Ketua DPRA, Teuku Irwan Djohan didampingi Abdullah Saleh dan Azhari Cagee sedang mendengarkan orasi mahasiswa terkait penambahan anggaran perjalanan dinas anggota DPRA. Foto | Hidayat

Banda Aceh – Belasan Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa, 17 Mei 2016, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, karena menilai Anggota DPR Aceh telah mengeruk uang rakyat untuk memperkaya diri sendiri.

Hal itu sebagaimana disampaikan Koordinator aksi, Maulida Ariadi. Dalam orasinya di gedung DPR Aceh, mereka membawa umbul-umbul berupa spanduk dan karton yang bertuliskan “DPRA Mengeruk Uang Rakyat”, “DPRA Mengemis Uang Rakyat” dan “DPRA jangan tamasya dengan uang rakyat”.

Para mahasiswa tersebut mempermasalahkan permintaan DPR Aceh yang ingin ditambahkan anggaran perjalanan dinas. Mereka menganggap permintaan Ketua DPRA itu sangat berlebihan dan mementingkan perut sendiri.

“Anggaran perjalanan dinas mencapai 7,3 miliar dan sudah habis digunakan tidak tepat sasaran, dan dana tersebut dihabiskan hanya dalam waktu kurang lima bulan saja,” kata Maulida Ariadi.

“DPRA hanya memikirkan perut diri sendiri saja tanpa memikirkan nasib rakya Aceh, seharusnya tugas mereka menyelesaikan permasalahan rakyat yang belum selesai,” tambah Ariadi.

Pantauan Penapost.com para mahasiswa yang terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut berlangsung baik tanpa ada kericuhan dan aksi anarkisme.

Akhirnya mahasiswa pun diberikan kesempatan masuk ke dalam perkarangan gedung DPRA.

Disana mahasiswa disambut wakil ketua DPRA, Teuku Irwan Djohan serta didampingi Abdullah Saleh, Muhammad Al-Fatah dan Azhari Cagee.

Irwan Djohan mengaku berterimakasih atas aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para mahasiswa BEM Unsyiah itu, namun menurut Irwan Djohan ada baiknya jika kritikan dan saran itu dilakukan dengan cara berdialog dengan membawa data-data yang ada, bukan dengan aksi unjuk rasa seperti itu.

“Saya rasa ini bukan forum yang tepat untuk kita berdiskusi dengan cara seperti ini. Kita akan berdialog dengan data, kita akan berdialog dengan infokus, kita akan berdialog dengan akal sehat,” ungkap politisi muda dari partai Nasdem tersebut.

Walau demikian, Irwan Djohan mengapresiasi mahasiswa sebagai perwakilan kontol dari masyarakat Aceh.

“Tapi tidak apa-apa, tidak masalah. Saya berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa karena telah memperlihatkan jatidiri


sebagai mahasiswa mewikili rakyat Aceh,” pungkas Irwan.

Reporter | Hidayat

Komentar

News Feed