oleh

BMKG Sabang Minta Nelayan Tidak Melaut

BMKG/Sindonews.net
BMKG/Sindonews.net

Sabang – Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Sabang, Siswanto menyampaikan, beberapa hari terakhir ini angin kencang disertai gelombang tinggi melanda perairan Sabang dan nelayan diminta untuk tidak melaut sementara waktu.

“Wilayah Sabang dan sekitarnya diguyur hujan, angin kencang dan gelombang tinggi, kita minta nelayan untuk tidak melaut sementara waktu sampai kondisi cuaca membaik demi menghindari ambang berbahaya dan terhindarnya dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Siswanto, Sabtu.
Dia menjelaskan, kondisi tersebut di sebabkan adanya pola tekanan rendah dari sebelah barat perairan Filipina sebagaimana letak giografis Pulau Weh, Sabang yang diapit Selat Malaka dan Samudera Hindia.
“Tekanan rendah di sebelah barat perairan Filipina ini memicu pergerakan angin yang sangat kuat dari Samudera Hindia bagian barat Pulau Sumatera,” katanya.
Menurutnya, faktor lain yang memicu fenomena cuaca tersebut karena poisisi Made Julian Osilation (MJO) yang sedang berada di wilayah paling barat Indonesia menyebabkan banyaknya massa udara yang masuk ke wilayah Indonesia.
“Akibat adanya posisi MJO menyebabkan banyaknya massa udara sehingga proses pembentukan awan cukup tinggi dan terjadinya hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut prakiraannya, kondisi cuaca untuk pekan depan akan lebih membaik dengan kecepatan angin juga semakin berkurang dan untuk gelombang tinggi sampai beberapa hari kedepan masih berpontesi terjadi diwaliyah Sabang dan sekitarnya.
“Sampai hari Selasa 31 Mei 2016 angin kencang disertai gelombang masih cukup tinggi dan kita meminta kepada penguna jasa pelayaran untuk tetap mewaspai cuaca buruk tersebut,” pintanya.
SUMBER | ANTARA
Facebook Comments

Komentar

News Feed