full screen background image

KPK Ungkap Mahalnya Biaya Pilkada, ini Kata Anggota DPR

Share Button
Yandri Susanto (Lamhot Aritonang/detikcom)

Yandri Susanto (Lamhot Aritonang/detikcom)

Jakarta – KPK mewawancarai 286 kepala daerah yang kalah saat maju di Pilkada 2015 lalu. Hasilnya diketahui ada dana yang lebih besar dikeluarkan di luar dana kampanye, yaitu mahar untuk parpol dan dana saksi di TPS.

Anggota komisi II DPR Yandri Susanto menyebut soal mahar itu perlu diperjelas lagi peruntukannya. Sebab ada calon yang setor ke parpol di awal pencalonan tapi bukan ‘mahar’, melainkan sumbangan untuk kampanye.

“Kalau mahar politik yang uangnya untuk kepentingan pengurus parpol itu nggak boleh. Tapi kalau untuk sosialisasikan calon, kampanye calon, yang benefitnya ke calon nggak masalah,” ucap anggota Komisi II Yandri Susanto saat dihubungi, Rabu (29/6/2016).

Menurutnya, UU Pilkada sekarang sudah mengatur soal uang mahar atau disebut juga ‘uang perahu’ itu, disertai dengan sanksi berupa denda. Namun itu terkait dengan kompensasi pencalonan, bukan untuk kepentingan Pilkadanya.

“Kemudian kalau (pengeluaran) dana kampanye dianggap kecil, memang kecil karena dari APBN. Yang menyediakan alat peraga kampanye kan KPU. Jadi memang wajar kalau dana kampanye kecil,” ujar politisi PAN itu.

Sementara untuk dana saksi di tiap TPS yang disebut KPK membebani calon, Yandri mengatakan temuan itu juga wajar. Karena itu dulu pernah mencuat dana saksi dibiayai APBN agar tak membebani calon, namun menuai kontroversi dan ditolak.

“Kalau dana saksi itu jadi keputusan negara, saya kira itu solusi terbaik sehingga pasangan calon tak terbebani uang saksi. Kalau uang saksi dibebankan kepada pasangan calon, bagaimana yang tak punya?,” tutur Yandri.

“Karena itu untuk keadilan dan pemerataan dalam Pemilu, sebaiknya dana saksi dibiayai negara dan berita acara hasil penghitungan suara (C1) didistribusikan kepada penyelenggara, pengawas dan parpol,” imbuhnya.

SUMBER | DETIK.COM

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.