full screen background image

Dikritik Barat Soal Tindakan Turki Usai Kudeta, Erdogan Kesal

Share Button
Presiden Erdogan (Foto: REUTERS/Umit Bektas)

Presiden Erdogan (Foto: REUTERS/Umit Bektas)

Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan kekesalannya terhadap negara-negara Barat yang mengkritik tindakan yang diambil Turki usai percobaan kudeta.

“Sejumlah orang memberikan kita nasihat. Mereka bilang mereka khawatir. Urus saja urusan Anda sendiri! Lihat perbuatan Anda sendiri,” cetus Erdogan dalam pidatonya di istana kepresidenan Turki, seperti dilansir kantor berita AFP,Sabtu (30/7/2016).

Otoritas Turki telah menahan lebih dari 18 ribu orang usai kudeta yang gagal pada 15 Juli lalu. Erdogan menuding ulama terkenal Fethullah Gulen sebagai dalang upaya kudeta.

Dalam pidatonya, Erdogan pun mengecam sikap Uni Eropa usai percobaan kudeta yang menewaskan lebih dari 200 orang tersebut.

“Tak seorang pun yang datang untuk menyampaikan belasungkawa, baik dari Uni Eropa maupun dari Barat,” kata Erdogan. “Dan kemudian mereka mengatakan bahwa Erdogan menjadi sangat marah,” cetusnya kesal.

“Negara-negara itu atau para pemimpin yang tidak khawatir akan demokrasi Turki, nyawa rakyat kita, masa depannya — sementara begitu khawatir akan nasib para pelaku kudeta — tak bisa menjadi teman kita,” tegas Erdogan.

Erdogan pun bertekad akan mengambil semua langkah “dalam batas-batas hukum” seiring Turki mengupayakan ganjaran hukum bagi para pelaku upaya kudeta.

SUMBER | DETIK.COM

Facebook Comments