full screen background image

8 Daerah di Aceh Rawan Kerusuhan Saat Pilkada

Share Button
rusuh

ilustrasi-simulasi pengamanan Pilkada serentak. FOTO | LIPUTAN6.COM

Banda Aceh-Polisi Daerah (Polda) Aceh telah melakukan pemetaan dan antisipasi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban menjelang Pilkada di Aceh. Berdasarkan pengalaman Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) 2012 lalu, ada sejumlah kekerasan dan teror di Aceh.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak mengatakan, secara umum kondisi keamanan di Aceh aman dan kondusif. Meskipun dia tak menampik ada beberapa gangguan keamanan terjadi, seperti pembakaran bendera partai antar tim sukses, namun sudah diselesaikan dengan baik.

Beranjak dari pengalaman Pilkada 2012 lalu, sebut Rio S Djambak, polisi telah memetakan delapan daerah yang masuk kategori rawan gangguan menjelang Pilkada. Sehingga sekarang pihak Kepolisian telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi agar Pilkada bisa berjalan aman, nyaman dan berintegritas.

“Secara umum situasi keamanan di Aceh kondusif, aman. Itu kan sudah kita antisipasi, kita mengacu periode lalu bahwa adanya intimidasi. Sudah dilakukan langkah antisipasi, seperti pembakaran spanduk dan bendera (di Pidie dan Aceh Jaya), dan sudah ada solusinya di kabupaten seperti disebutkan Pak Gubernur tadi sudah dilakukan langkah-langkah yang tepat, hingga memberikan apresiasi,” kata Rio S Djambak usai menghadiri deklarasi Pilkada damai di Mapolda Aceh, Kamis (10/11).

Namun Rio tak menjelaskan detail delapan daerah yang dikategorikan rawan. Dia menyebutkan bahwa Polda sudah mengambil langkah-langkah pencegahan.

“Langkah Polda telah kita lakukan dengan pola deteksi, melalui intelijen sampai akhirnya pada penegakan hukum. Karena ini Pilkada melalui Panwaslih, juga ada polisi dan jaksa,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang merdeka.com peroleh. delapan kabupaten/kota yang rawan terhadap gangguan Kamtibmas adalah Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Singkil dan Kota Banda Aceh.

Sedangkan termasuk kategori rawan lainnya di Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, Aceh Selatan, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Langsa. Ini merupakan kategori satu dalam artian rawan di bawah kategori dua seperti disebutkan delapan kabupaten/kota di atas.

“Sudah kita petakan, ada delapan daerah yang dianggap rawan di Aceh,” jelasnya singkat.

Lanjutnya, tentunya sudah diambil langkah-langkah awal dengan melakukan pemetaan dengan mendeteksi dan sudah dilakukan antisipasi jauh hari. “Salah satunya dengan penambahan pasukan BKO Brimob sebanyak 1.900 personel,” tutupnya.

SUMBER | MERDEKA.COM 

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.