full screen background image

Ke Aceh, Bangka Tengah Pelajari Wisata Islami

Share Button
penapost

Pertemuan delegasi Pemkab Bangka Tengah dengan Pemko Banda Aceh, Selasa, 28 Juni 2016, di ruang rapat Walikota Banda Aceh. (Foto | Ist)

Banda Aceh-Delegasi Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Selasa, 28 Juni 2016, mengunjungi Kota Banda Aceh. Kedatangan itu dalam rangka mempelajari wisata islami yang sebelumnya telah diterapkan Pemko Banda Aceh.

Wakil Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh memimpin langsung kedatangan delegasi bersama sejumlah anggota DPRD dan para Kepala SKPD disambut Wakil Walikota Banda Aceh, Drs H Zainal Arifin, Selasa (28/6/2016) di ruang rapat Walikota, Gedung A, Balaikota Banda Aceh.

Dikatakan dia, Kabupaten Bangka Tengah ingin mengembangkan wisata religi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakatnya.

“Kami melihat Kota Banda Aceh sudah lebih dulu melaunching Islamic Tourism, dan hasilnya kami lihat sangat signifikan dengan bertambahnya kunjungan wisata dari tahun ke tahun,” ujar Ibnu Saleh.

Kata Ibnu Saleh, Kabupaten Bangka Tengah ingin mengembangkan wisata religi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakatnya.

 

“Kami lihat Banda Aceh sudah lebih dulu melaunching Islamic Tourism, dan hasilnya kami lihat sangat signifikan dengan bertambahnya kunjungan wisata dari tahun ke tahun,” ujar Ibnu Saleh.

Lanjutnya, pihaknya datang ke Banda Aceh ingin mempelajari lebih dalam seperti apa konsep wisata di Banda Aceh dan sejauh mana konsep tersebut bisa dijalankan di Bangka Tengah.

“Kami punya modal untuk mengembangkan pariwisata, pantai-pantai di Bangka sudah dibeli oleh Pemkab untuk di kembangkan. Ada juga kawasan hutan karet yang juga menarik untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata,” ungkap Ibnu Saleh.

Katanya, Bangka tengah yang memiliki populasi 170.000 jiwa, memiliki sumber ekonomi dari sisa tambang timah yang kemudian menjadi danau. Selain itu, pertanian juga merupakan sumber ekonomi, terutama dari sector lada, karet dan sawit.

Salah-satu anggota DPRD Bangka Tengah, Maryam melihat ada keunikan dari wisata di Banda Aceh yang bisa berjalan beriringan dengan syariat Islam.

“Saya sudah empat kali ke Banda Aceh, Saya lihat Banda Aceh mampu membuktikan pariwisatanya bisa berjalan beriringan dengan Syariat Islam. Wisata disini tidak identik dengan dunia malam. Ini menarik dan sangat mungkin diterapkan di Bangka Tengah yang warganya asli Melayu dan punya kesamaan karakter dengan Banda Aceh,” ujarnya optimis.

Wakil Walikota atau yang akrab disapa Keuchik Zainal menyampaikan ucapan selamat datang kepada delegasi dari Bangka Tengah.

Katanya, Banda Aceh merupakan salah-satu destinasi wisata halal di Indonesia yang telah ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia beberapa waktu yang lalu.

“Kehidupan dan kegiatan umat Islam di Banda Aceh ini yang menjadi daya tarik wisatan. Seperti dibulan Ramadhan ini, kita datangkan tiga Imam dari Arab Saudi yang bertindak menjadi Imam taraweh dan shalat Qiyamullail di masjid-masjid di Banda Aceh. Alhamdulillah masjid penuh dan mayoritas adalah kalangan muda yang memakmurkan masjid,” ungkap Keuchik Zainal.

Reporter | Zusdia Rahmi

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM


Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.