full screen background image

Aceh Masih Alami Kekurangan Jumlah Penyuluh KKBPK

Share Button
m-yani

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, Dr. dr. M. Yani M.Kes PKK. FOTO | T. Irawan

Banda Aceh-Hingga kini provinsi Aceh masih mengalami kekurangan jumlah penyuluh pada Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembanguan Keluarga (KKBPK) atau hanya sekitar 582 orang. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, Dr. dr. M. Yani M.Kes PKK, belum lama ini, di Banda Aceh.

“Saat ini, jumlah penyuluh KKBPK hanya baru mencapai 582 orang, bila dibandngkan dengan jumlah desa di Aceh yang mencapai 6000 desa lebih, maka jumlah tersebut masih sangat kurang,” ujar M. Yani.

Ia menyebutkan, meskipun jumlah penyuluh KKBPK di Aceh masih kurang, namun penyuluh yang ada saat ini akan terus diberikan pembekalan sertifikasi agar mereka benar-benar professional dalam menjalankan tugasnya sebagai penyuluh.

“Kalau satu orang menangani tiga desa saja, jumlah ini juga masih kurang, masih jauh dari cukup. Makanya dengan pengalihan status ini nanti upaya pemerataan lebih mudah,” sebutnya.

Untuk itu, kata M. Yani, BKKBN terus melakukan pembekalan sertifikasi terhadap penyuluh KKBPK di seluruh provinsi di Indonesia.

Ia berharap melalui proses sertifikasi dan pengalihan status penyuluh dari daerah ke pusat, upaya pemerataan akan lebih mudah dilakukan.

Sebelumnya, Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Pusat, Wendi Hartanto mengatakan, sebanyak 15 ribu orang penyuluh dari seluruh pemerintah daerah kabupaten dan kota diambil alih kelola oleh pemerintah pusat. Hal itu menurutnya merupakan amanah dari UU Nomor 23 tahun 2014.

Proses sertifikasi yang dilaksanakan tersebut menurutnya merupakan bagian untuk memetakan komposisi dan kompetensi penyuluh, sehingga punya standar sebagai penyuluh yang professional.

Reporter | T. Irawan

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.