full screen background image

Aceh Siap Jadi Lumbung Pangan Nasional

Share Button
Pertemuan Gub dng Komisi IV DPR RI 1

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, saat menggelar pertemuan dengan Tim Komisi IV DPR RI, di gedung serbaguna sekretariat daerah Aceh, Senin, 1 Agustus 2016. FOTO | Ist

Banda Aceh-Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, menyebutkan Provinsi Aceh terus meningkatkan produksi komuditi unggulan, sehingga provinsi terujung Pulau Sumatera ini bisa menjadi lumbung pangan nasional.

Gubernur melaporkan, ada tiga komoditi unggulan yang dikembangkan secara prioritas di Aceh, yaitu padi, jagung dan kedelai.Secara perlahan, hasil produksi ketiga komoditi itu terus meningkat. “Kami yakin cita-cita menjadikan Aceh sebagai lumbung pangan akan dapat tercapai,” ujar gubernur Zaini saat menggelar pertemuan dengan Tim Komisi IV DPR RI, di gedung serbaguna sekretariat daerah Aceh, Senin, 1 Agustus 2016.

Pemerintah Aceh, kata gubernur, sangat mengharapkan dukungan para anggota dewan di DPR RI, sehingga kontribusi Aceh bisa lebih besar bagi kemandirian pangan nasional. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil produksi padi.Pada tahun 2015, total produksi Aceh mencapai 2,3juta ton, naik sekitar 10 persendari tahun 2014.

Padatahun 2016 ini, Provinsi Aceh menargetkan produksi gabah keringgiling Aceh hingga 2,55 juta ton dari areal sekitar 512.756 hektar.Sementara untuk Jagung, produk Aceh tahun 2015 mencapai 205.125 ton, meningkat 1,39 persen dari tahun 2014. Untuk tahun ini produksi itu diharapkan meningkat menjadi 250.000 ton, dengan target luas tanam 60.000 hektar.

“Sedangkan untuk produk kedelai, pada tahun ini Aceh menargetkan produksi sekitar 70 ribu ton dari luas areal sekitar 47.526 hektar. Untuk mewujudkan target tersebut, kata gubernur, mutu intensifikasi lahan akan ditingkatkan dan pemerintah akan menyediakan benih bermutu,” ujarnya.

“Kita juga akan tingkatkan pengelolaan dan penyediaan alat dan mesin pertanian, perbaikan jaringan irigasi dan peningkatan areal tanam serta pemanfaatan lahan tidur dan pencetakan sawahbaru,” ujar gubernur Zaini.

Untuk sektor perikanan, selain mendorong peningkatan produksi ikan tangkap, Pemerintah Aceh juga menjalankan program revitalisasiikan air payau.Hasilnya cukup menggembirakan dengan meningkatnya produksi perikanan Aceh tahun 2015 hingga lebih dari 225 ribu ton.

Untuk mendukung produksi perikanan ini, lanjut gubernur, Pemerintah Aceh telah meningkatkan keberadaan pelabuhan perikanan Lampulo sebagai pusat pemasaran produk perikanan Aceh. Survei Dinas Kelautan dan perikanan Aceh menyebutkan, rata-rata transaksi perikanan di Pelabuhan Lampulo mencapai Rp 650 Juta per hari dengan melibatkan hampir 4.900 tenaga kerja.

Gubernur meyakini, potensi itu masih bisa untuk ditingkatkan mengingat luasnya kawasan perairan laut Aceh.
Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Aceh terkait dengan upaya pengumpulan data dan menggali informasi mengenai masalah pangan, pertanian, dan perikanan di Aceh. Ketiga hal itu merupakan isu strategis di Aceh mengingat Aceh punya ambisi menjadi kawasan lumbung pangan nasional.

Hadir dalam diskusi tersebut Ketua dan Anggota Komisi IV DPR RI Sekda Aceh, para asisten, kepala dinas pertanian tanaman pangan Aceh, kepala dinas kelautan dan perikanan Aceh, kepala dinas kehutanan, kepala badan ketahanan pangan dan penyuluhan Aceh, serta jajaran SKPA terkait, kepala divisi regional bulog Aceh, PT Pupuk Indonesia Holding Company, PT Berdikari, PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani dan pimpinan BUMN dan BUMD.

Reporter | Rizal JP

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM