oleh

Ada 2 Penyakit Mengancam Kepala Daerah, Apa Saja?

direktur
Direktur Nasional Lingkar Madani untuk Indonesia Ray Rangkuti (kiri) didampingi Direktur Bidang Kebijakan Negara Lingkar Madani, Suryo A.B (kanan) saat melaporkan KPU kepada Badan Pengawas Pemilu di Gedung Joang, Jakarta, (6/10). TEMPO.CO 

Jakarta-Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menuturkan ada dua penyakit yang sering mendatangi para kepala daerah. Penyakit tersebut sangat merugikan bagi bangsa. “Pertama korupsi, kedua politik dinasti,” kata dia di Jakarta, Ahad, 12 Februari 2017.

Ray mengatakan penyakit tersebut bisa dihindari apabila pemilih mampu melaksanakan beberapa tugas penting dalam setiap pilkada. Yaitu memastikan bahwa pilkada berjalan dengan jujur dan adil. Selain itu memastikan pula pemimpin yang terpilih adalah yang bebas dari praktek korupsi dan dinasti politik.

Ray optimistis dalam pilkada serentak 15 Februari besok, ada minimal 50 persen pemimpin yang terpilih betul-betul baik maka masyarakat akan melihat proses perbaikan di negara ini.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jerry Sumampouw mengatakan korupsi salah satunya berawal dari praktek politik uang dalam pilkada. Praktek tersebut berpotensi muncul salah satunya akibat adanya survei yang merilis posisi para pasangan calon dibandingkan lawan politiknya. Terlebih survei yang dikeluarkan berdekatan dengan hari pemungutan suara.

Menurut Jerry, politik uang akan muncul tidak hanya untuk pasangan calon kepada daerah yang kalah dalam survei, tetapi juga pasangan yang dinyatakan unggul dalam survei.

“Kalau ada yang memang sulit dinaikkan (dari hasil survei), mereka akan ambil jalan pintas dengan politik uang,” kata dia. Sementara politik uang terhadap pasangan calon yang unggul adalah untuk mempertahankan posisi mereka agar sesuai survei.

SUMBER | TEMPO.CO 

Facebook Comments

Komentar

News Feed