oleh

Ada pejabat Aceh Berlangganan PSK, Germo: Mereka Suka yang Putih dan Bersih

Banda Aceh-RS (27), seorang germo yang ditangkap polisi pada Kamis (22/3) dini hari lalu, kini mendekam di penjara, sembari menunggu kasusnya akan dilimpahkan ke Mahkamah Syariah.Ia ditangkap bersama tujuh wanita PSK yang merupakan jaringan bisnis lendir RS. Ia sudah menjalankan bisnis itu sudah dua tahun.

Kepada wartawan, RS mengaku, selama ini banyak pelanggannya yang berasal dari kalangan pejabat.Hal itu menjadi logis, ketika harga sekali kencan PSK yang dimilikinya Rp 2 juta. Jumlah itu, belum termasuk penyewaan hotel dan sebagainya.

“Kira-kira pelanggan itu habis Rp 2 juta lebih,” sebutnya saat ditemui di Mapolresta Banda Aceh, Senin (26/3).

Bukan hanya itu, ia mengungkapkan bahwa dengan nominal segitu, pelanggan yang paling banyak menyewa jasa esek-esek itu yakni para pejabat Aceh. Tentunya mereka yang banyak uang.Namun, ia enggan merincikan pejabat dari instansi mana saja yang sering menjadi pelanggan dari bisnis prostitusi online tersebut.

“Yang order pasti mereka yang banyak duit. Untuk profesinya saya tidak tau, tetapi pejabat ada, mereka suka yang putih dan bersih,” ujarnya.

Terkait lokasi, kata dia, itu sesuai kesepakatan antara pelanggan dan PSK. Lokasinya pun disekitaran Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Untuk biaya hotel juga dibebankan oleh pelanggan.

RS mengungkapkan, faktor ekonomi membuat dirinya terjun ke dalam bisnis hitam itu. Sekali kencan, ia bisa mendapat fee sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Itu belum termasuk fee dari pelanggan.

Ia menceritakan, awalnya ketujuh wanita itu ia dapati dari sebuah acara di Banda Aceh. Pengakuan RS, wanita itu yang meminta dirinya untuk mencari pelanggan, pria hidung belang.

Alasannya, kata dia, beragam mulai dari untuk biaya hidup, bayar kost hingga ke gaya hidup. “Saya tau mereka, sebelum berkenalan mereka juga sudah duluan menjadi PSK,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi menggrebek RS dan tujuh wanita di salah satu hotel di kawasan Aceh Besar. Mereka ditangkap saat melakukan transaksi di dalam kamar hotel.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Banda Aceh, IPDA Septia Intan mengatakan, kasus itu akan diselidiki, termasuk mencari pelanggan PSK tersebut.[]

Sumber | KANALACEH.COM 

Facebook Comments

Komentar

News Feed