oleh

AFF 2016 Hadirkan Aktor Nasional, Siapa Dia?

AFF 2016
Aktor nasional, Teuku Rifnu Wikana, bersama sutradara nasional, Emil Heradi, Direktur AFF, Azhari dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Drs. Reza Fahlevi, M.Si, saat memberikan keterangan Pers terkait digelarnya Aceh Film Festival 2016. FOTO | HIDAYAT PULO

Banda Aceh-Aceh Film Festival (AFF) tahun 2016 siap di gelar. Menariknya, event yang dihelat sejak 19 hingga 21 Oktober 2016 ini, turut menghadirkan aktor nasional, Teuku Rifnu Wikana, dalam film televisi berjudul ‘Ibu Tak Bisa Mendengar Tangisku Lagi’ dan sutradara nasional, Emil Heradi.

Dalam kesempatan itu, Teuku Rifnu Wikana akan berbagi pengalamannya di dunia  akting yang diperuntukkan untuk komunitas film fdan teater dalam mendalami dan menguatkan pengetahuan, mendukung dan mengakomodir permasalahan-permasalahan keaktoran yang di hadapi.

Kehadiran AFF itu diharapkan dapat menjadi sebuah ruang yang dapat membawa isu-isu seni perfilman di Aceh dengan kekhususan yang berkembang, seperti pada konteks berdialog dan tata cara bertutur atau berinteraksi masyarakat Aceh.

“Selain itu AFF ini diharapakan juga dapat bermanfaat serta mampu memberikan pengalaman-pengalaman baru terhadap kemajuan dunia perfilman di Aceh,” ujar Direktur AFF, Azhari, dalam jumpa pers di New Black Jack Coffee, Peuniti, Banda Aceh, Rabu 19 Oktober 2016.

Menurutnya, AFF tahun 2016 ini mengusung tema ‘HAMBO’ yang tak lain merupakan sebuah ungkapan mengandung makna besar bagi masyarakat Aceh yaitu suatu proses psikis melahirkan perbuatan yang harus dilakukan segera, serta didukung oleh sikap keberanian kemandirian dalam kondisi tertentu.

“Tema (HAMBO) ini sebagai bentuk ruang refleksi atas apa yang telah terjadi, terutama persoalan HAM yang pernah terjadi di Aceh, sehingga mampu melahirkan sikap yang berani berpikir, berani memilih, mandiri dalam berbuat melalui proses dialektika seluruh pelaku seni terutama komunitas yang mencintai film sebagai ruang alternative dalam mewujudkan tema tersebut,” tuturnya.

Aceh Film Festival diadakan sejak tahun 2015 yang diinisiasikan oleh Aceh Documentary dan ikut serta beberapa komunitas seni serta komunitas fllm di Banda Aceh, yang gelisah dengan kondisi sosial dan budaya di Aceh yang notabenenya sebagian anak muda cenderung suka pada wacana dan praktik politik sebagai panglima.

Adrian jonathan, pimpinan   redaksi Cinema Poetica mengajak penikmat film melihat sebuah film dari sudut pandang kritis dan kerangka sistematika kritik. Bahwa film tidak sebatas tontonan.

Sementara Itu, Kadisbudpar Aceh, Drs. Reza Fahlevi, M.Si, mengapresiasi kehadiran AFF 2016 tersebut dan menyebut hal itu menunjukkan bahwa Aceh memiliki generasi yang berbakat untuk melahirkan karya-karya terbaik di dunia perfilman tanah air.

“Ini menunjukkan bahwa Aceh memiliki generasi muda yang berbakat dan punya potensi luar biasa,” ujarnya mengapresiasi.

Reza berharap kehadiran Aceh Film Festival 2016 itu dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat khususnya maayarakat Aceh. “Kita berharap kehadiran karya-karya anak bangsa ini mampu menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Aceh semua,” harap Reza Kadisbudpar terbaik se-Indonesia tahun 2016 itu.

Reporter | Hidayat Pulo

Komentar

News Feed