oleh

Agus Yudhoyono Paparkan 10 Program Kerja Bila Terpilih

parade-deklarasi
Pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni pada acara Parade Deklarasi Kampanye Damai Pilkada DKI di Jalan MH. Thamrin; Jakarta; 29 Oktober 2016. (Tempo.Co)

Jakarta-Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono membuka kampanye  perdananya dengan pembacaan pidato politik di depan pendukungnya di Djakarta Theater, Minggu 30 Oktober 2016. Dalam pidatonya, Agus yang berpasangan dengan Sylviana Murni, memaparkan 10 program kerjanya jika terpilih.

Menurut Agus, 10 program itu merupakan bagian dari program aksi kepemimpinan. “Di antara program aksi tersebut ada 10 program unggulan yang akan saya jalankan jika Allah SWT menakdirkan dan jika rakyat memberikan mandatnya kepada saya dan Ibu Sylvi untuk memimpin Jakarta 5 tahun mendatang,” kata dia.

Adapun program itu adalah, pertama bantuan langsung kepada masyarakat tak mampu. Agus mengatakan program ini akan meliputi bantuan langsung untuk meningkatkan  daya beli rakyat, bantuan langsung untuk balita dan lansia, serta penguatan jaring pengaman sosial yang lain.

“Besaran anggaran selama 5 tahun kita tambahkan (atau on top dari anggaran yang ada) hingga Rp 15 triliun,” kata Agus.

Program kedua, adalah pengurangan pengangguran dan penciptaan lapangan kerja. Yang meliputi pelatihan kerja dan kewirausahaan, bantuan dana bergulir, hingga pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Baca Juga: Kampanye Damai, Agus Yudhoyono Bergoyang Saat Konvoi

“Jika program ini dijalankan secara intensif, pengangguran akan jauh menurun, dari 5,7 persen saat ini menjadi 3,7 persen dalam 5 tahun yang akan datang,” kata Agus. Ia mengatakan besaran anggaran tambahan untuk 5 tahun hingga Rp 10 Triliun.

Selanjutnya adalah program ketiga   menyangkut peningkatan pendidikan dan kesejahteraan guru. Agus menjanjikan akan menyiapkan progam beasiswa untuk pendidikan dan kesejahteraan guru. Besaran Kartu Jakarta Pintar juga akan ditingkatkan.

Program keempat terkait peningkatan kesehatan yang meliputi peningkatan besaran KJS (Kartu Jakarta Sehat) hingga penambahan mobil ambulans dan pengadaan motor-motor ambulans.

Sedangkan di program kelima, Agus mengincar peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan investasi. Agus menargetkan pertumbuhan ekonomi lima  tahun ke depan rata-rata 6,7 persen.

Peningkatan pembangunan infrastruktur dan perumahan masuk ke program keenam. Ia menargetkan percepatan dan penambahan infrastruktur jalan, prasarana perumahan rakyat hingga prasarana air bersih.

Wacana smart city dan green city juga tak luput dari perhatian Agus. Di program ketujuh ia menargetkan Jakarta sebagai kota pintar, kreatif dan ramah lingkungan. Agus akan membuat sejumlah program  mulai dari penambahan transportasi publik hingga penghijauan dan penanaman lima  juta pohon.

Baca: Anies: Sejak Awal, Kami Sudah Kampanye Damai

Permasalahan di tingkat kota hingga RT RW juga ia bahas. Agus  menyoroti peningkatan keamanan  masyarakat masuk ke delapan. Di masa mendatang, kata dia, pemeliharaan toleransi dan kerukunan masyarakat, serta peningkatan sensitifitas terhadap isu harus bisa diselesaikan.

“Di masa depan kasus SARA seperti Al-Maidah 51 yang melukai hati umat Islam harus dapat dicegah,” kata dia.

Di program kesembilan, Agus ingin menguatkan penegakan hukum di Jakarta. Saat ini, penegakan hukum di jakarta belum maksimal. Ia meminta polisi lebih mengintensifkan patroli dan pemberantasan korupsi dan narkotika.

Simak: Menjelang Demo Tangkap Ahok, Brimob Bersiaga Jaga Jakarta

Di program terakhir, ia mengatakan akan menguatkan kembali kualitas pemerintahan dan birokrasi. Saat ini, Agus  menilai program pemerintah provinsi masih sangat lemah. “Saya juga akan mengurangi dana operasional gubernur hingga 30 persen dari alokasi saat ini, karena saya nilai angkanya terlalu besar.”

SUMBER | TEMPO.CO

Komentar

News Feed