full screen background image

Air Kran di Box Hill, Melbourne Bisa Dikonsumsi?

Share Button
Hafna Zakaria

Nurhafna Zakaria, mahasiswi Program Study Aqidah dan Filsafat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh. FOTO | FACEBOOK.COM 

MENGKONSUMSI air kran, Amankah? Menjadi suatu pertanyaan yang menarik bagi saya ketika mendengar penjelasan dari Prof Ismed Fanani, salah seorang senior lecturer di Deakin University, Fakultas Art & Education di Melbourne Australia.

Ini lantaran daerah Box Hill, Melbourne dan keseluruhannya, kita dapat mengkonsumsi air minum dari keran (tab water) yang ada di rumah, di café-café, restorant, kampus, maupun tempat publik lainnya, bahkan stan kran air siap minum bisa dijumpai dimana-mana secara gratis. Tentu saja air yang kita minum dari keran ini bersih, dan tidak membuat perut kita sakit.

Hal ini juga merupakan suatu prestasi pemerintah Australia dalam mengembangkan berbagai macam penelitian (research), setiap research di Australia dibayar mahal oleh pemerintah. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan penemuan-penemuan terbaru yang bermanfaat bagi manusia, salah satunya ialah kecanggihan dalam pengelolaan ai bersih.

Untuk menjaga ketersediaan air bersih siap minum, Pemerintah Australia menginvestasikan dana yang begitu besar dalam berbagai perbaharuan air minum. Mulai sistem desalinasi yaitu pengubahan air asin menjadi air tawar hingga menjaga pipa saluran steril untuk menjaga keamanan dan kualitas air yang bersih serta mencegah penguapan air.

Selain membangun infrastuktur pengolahan air bersih, Pemerintah Australia juga bertekad untuk tidak membuang limbah di sungai dan perairan yang akan mengganggu stabilitas saluran air serta mengajak pihak industri bekerjasama menjaga keberlangsungan air bersih. Jadi, tidak heran jika air di dalam kran bisa diminum kapan saja tanpa perlu dimasak terlebih dahulu.

Seminggu sudah, penulis berada di Box Hill, Melbourne Australia, dalam rangka memperoleh pengalaman akademik di luar negeri di bawah naungan Kementrian Agama, Mora Scholarship Students Mobility Program 2016.  Kegiatan ini merupakan rancangan program Diktis untuk mahasiswa perguruan tinggi Islam seluruh Indonesia yang dipusatkan di Deakin University, Melbourne Australia.

Deakin merupakan salah satu Instansi yang popular di Melbourne, meskipun terbilang baru namun perkembangan instansi ini cukup populer di Australia bahkan Deakin masuk Top 50 Universitas di bawah 50 tahun dan mendapat bintang lima oleh QS World Universirty Rangking.

Setelah melewati seleksi sangat ketat dari pihak Ministry of Religion Affairs (MORA), Alhamdulillah penulis menjadi perwakilan provinsi Aceh dalam kegiatan ini. Selama belajar di kampus Deakin, penulis bersama 25 mahasiswa lainnya dari Indonesia tidak perlu membeli air mineral, kami hanya membawa botol kosong ke kampus guna menampung air dari keran untuk diminum ketika waktu break istirahat.

Bahkan ada dari teman mahasiswa lainnya cukup menempelkan mulut pada kran untuk meminum air tersebut. Alhamdulillah, tidak ada satupun dari kami yang mengalami sakit perut karena meminum air dari kran tanpa dimasak terlebih dahulu.

Pertamakali tiba disana, penulis merasa sedikit ragu untuk meminum air langsung dari kran tanpa dimasak terlebih dahulu. Namun, dari beberapa pejelasan dosen disana serta analisis kami yang begitu tertarik memperhatikan air kran tersebut hingga penulis menjadi yakin untuk meminumnya.

Hal ini tentu saja sangat membantu kami mahasiswa Indonesia untuk berhemat dan tidak perlu berfikir masalah air minum disana. Karena jika diperkirakan harga air mineral perbotol di Australia lumayan mahal juga lhoh yaitu berkisar $3 sampai $20.

Nah itu tadi, dengan adanya air kran siap minum sehingga mampu membantu kami selama berada di kota itu. Jadi, kita tidak perlu repot-repot dan pusing untuk membawa ataupun mengeluarkan uang membeli air mineral, ketika jalan-jalan di Melbourne. Langsung saja bisa mencari stand air minum ataupun menghampiri tempat publik umum lainnya.

Sungguh maju bidang industri dalam pengelolaan air bersih di Melbourne ini, sehingga kita mudah mendapati air dimana saja dengan cuma-cuma, terjamin dan bersih. Karena itu, penulis berharap pemerintah Indonesia, khususnya Aceh dapat meniru kemajuan pengelolaan air bersih dari pemerintah Australia.

Terlepas dari itu, Indonesia mempunyai kompetensi yang sangat besar dalam menghasilkan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, apalagi Aceh yang mempunyai banyak sumber air seperti sungai, mata air penggunungan bahkan air laut yang tentunya dapat dimanfaatkan dengan pengelolaan yang baik.

Dengan membuka selebar-lebarnya ranah penelitian dan terus meningkatkan sumber daya manusia, penulis yakin kita akan mampu maju sesuai dengan perkembangan zaman karena Indonesia juga sebagai negara kaya memiliki berbagai kompetensi dalam berbagai sektor.

OLEH | NURHAFNA ZAKARIA

Penulis adalah Mahasiswi Program Study Aqidah dan Filsafat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam program Scholarship Students Mobility yang diselenggarakan oleh Mora (Ministry Religious Affairs Indonesia).

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.