full screen background image

Akademisi Ini Terharu Saat Peluncuran Buku Yusny Saby ‘Sang Motivator’

Share Button
Nur Jannah

Nur Jannah saat menceritakan tentang sosok Prof. Yusny Saby sang motivator, di ruang VIP AAC Dayan Dawood, Unsyiah. Selasa, 30 Agustus 2016. FOTO | HIDAYAT PULO

Banda Aceh-Prof Yusny Saby, PhD, Selasa, 30 Agustus 2016, meluncurkan buku biografi berjudul ‘Sang Motivator’ di ruang VIP Dayan Dawood Unsyiah, Darussalam, Kota Banda Aceh. Buku setebal 449 halaman itu berisi biografi hidup Yusny Saby. Sontak ditengah seremoni peluncuran buku tersebut, salah seorang akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Nur Jannah, terharu.

Perempuan tersebut menangis ketika menceritakan keluh kesah perjalanan hidupnya saat kuliah menempuh gelar doktor yang waktu itu menurutnya mustahil bisa dia dapatkan. Pasalnya, Nur Jannah mengaku sudah tak punya semangat melanjutkan pendidikannya untuk meraih gelar doktor setelah ayahnya meninggal dunia, namun dia mendapatkan motivasi dari sang guru.

“Saat orang tua saya sudah meninggal, pak Safwan Idris tidak ada lagi, tidak ada lagi yang mendukung saya mengambil kesempatan doktor saya, tapi saya dimotivasi oleh pak Yusny Saby, beliau mengatakan kalau saya pasti berhasil mendapatkan gelar Doktor,” ucapnya menceritakan sambil menangis penuh haru.

Nur Jannah mengaku sangat susah mengemukakan pendapatnya, dia mengaku tidak percaya diri karena setiap pendapat yang disampaikannya di depan forum selalu dibantah dan disepelekan oleh teman-teman. Tapi Nur Jannah mendapat semangat dari gurunya yang dianggap tidak pernah menyepelekan pendapat orang lain.

“Beliau (Yusni Saby) tidak pernah meyepelekan pendapat orang-orang sekecil apapun pendapat itu dan selalu memberikan kesempatan bagi orang lain untuk memberikan pendapatnya, ini tentu berbeda dengan orang lain,” ungkap Nur Jannah bangga.

“Saya salah satu orang yang mendapatkan kesempatan mencicipi motivasi dari pak Yusny Saby, sehingga saya rasa sangat cocok buku ini berjudul Yusny Saby sang motivator, karena saya sendiri adalah orang yang merasakan motivasi beliau,” cetusnya.

Wakil rektor III UIN Ar-Raniry, Prof. Syamsul Rijal, mengatakan Yusny Saby lebih cocok disebut sebagai Inspirator karena dapat memberikan banyak insprirasi bagi orang lain hanya dengan melihat dan membaca tentangnya tanpa harus mendengarkan kata-kata dan berjumpa langsung.

“Menurut saya pak Yusni Saby lebih cocok disebut sebagai Sang Inspirator, karena banyak orang bisa terinspirasi dengan beliau hanya dengan mendengarkan cerita tentang kesuksesannya saja, apalagi berjumpa langsung tentu luar biasa, karena itu menurut saya beliau lebih cocok disebut sebagai Sang Inspirator,” ujar Syamsul Rijal.

Kata dia, inspirator itu sendiri artinya lebih dalam bila dibandingkan dengan motivator. “Karena inspirator itu artinya lebih dalam daripada motivator, karena itu saya merasa buku itu lebih cocok ditulis Yusny Saby Sang Inspirator, tapi itu hanya sebuah saran,” kata dosen Filsafat ini.

Reporter | Hidayat Pulo

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM