full screen background image

Alasan yang Mengakibatkan Pelajar Terjerumus Sindikat Prostitusi Remaja

Share Button
sindikat-prostitusi

lustrasi pelajar terjerumus prostitusi remaja. FOTO | WARTAKOTA.TRIBUNNEWS.COM 

[clickToTweet tweet=”Alasan yang Mengakibatkan Pelajar Terjerumus Sindikat Prostitusi Remaja” quote=”Alasan yang Mengakibatkan Pelajar Terjerumus Sindikat Prostitusi Remaja”][social_warfare buttons=”Facebook, Twitter”]

Tamansari-Gaya hidup konsumtif jadi alasan tersendiri sejumlah pelajar terlibat prostitusi. Selain itu, pergaulan yang kacau pun membuat mereka terjerumus. Sebelumnya, aparat Polsek Metro Tamansari membongkar sindikat prostitusi remaja.

Saat ini, total ada 10 pelajar yang dideteksi sudah menjadi PSK dan bergabung di sindikat tersebut. Sementara itu, Kapolsek Metro Taman Sari, Ajun Komisaris Besar Nasriadi, mengatakan telah berkomunikasi dengan pihak keluarga para korban.

Nasriadi meminta agar orangtua mengawasi anaknya lebih intensif. Ia berjanji tidak akan memberitahukan ke 10 korban (PSK remaja) ke pihak sekolah. “Makanya, pihak sekolah tidak akan kami beritahukan nama lengkap dan sekolah. Kasihan mereka, apalagi salah satu korbannya juara kelas,” ucap Nasriadi, Jumat (3/1/2017).

Hasil pendalaman yang dilakukan pihak polsek terungkap, bahwa DA (16) dan Y (15), dua PSK remaja yang diselamatkan, nekat menjalani profesi PSK karena mendapatkan uang lebih. Dengan pendapatan hasil tinggi serta kemudahan kerja mereka nekat menjalani kehidupan yang kelam.

“Jadi, begitu sudah punya uang mereka kemudian tidak bekerja. ‎Nah begitu butuh uang jajan, mereka kembali kerja,” ucap Nasriadi.

Namun demikian tak semua itu terjadi. Beberapa kali dari keterangan AD dan Y mengungkapkan mereka berada dibawah tekanan si mucikari. Mereka takut sebab si mucikari mengancam akan memarahi korbannya ketika menolak melayani pelanggannya.

Selain itu, dari keterangan kaki tangannya, WP, terungkap, keuntungan yang didapat para PSK ini berbeda. Di hari pertama kerja, mereka bisa mendapatkan upah 70 persen, namun bisa pula mendapatkan 25 persen.

Saat ini, polisi masih memburu si muncikari berinisial ER dan NI. Keduanya diduga kuat terlibat dalam perdagangan anak dibawah umur setelah 10 orang bocah diamankan setelah penggrebekan terhadap satu hotel di kawasan lokasari.

SUMBER | WARTAKOTA.TRIBUNNEWS.COM 

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM


Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.