oleh

Aminullah Jadi Narasumber Sosialisasi Kota Layak Pemuda

Banda Aceh-Walikota Banda Aceh Aminullah Usman didapuk menjadi salah satu narasumber pada acara sosialisasi penganugerahan Kabupaten/Kota layak pemuda tahun 2018.Kegiatan yang digagas Kemenpora ini berlangsung di Swiss-Bel Hotel Harbour Bay, Kota Batam, Rabu, 6 Juni 2018.

Penunjukan Aminullah sebagai narasumber lantaran ia dinilai berhasil menjadikan Banda Aceh masuk 10 besar Kabupaten/Kota layak pemuda 2017 di Indonesia.

Banda Aceh dinilai memenuhi tiga indikator penting dalam mewujudkan Kota Layak Pemuda yakni pemberdayaan pemuda, kewirausahaan pemuda dan kepeloporan Pemuda.

Pada ajang ini, mantan Dirut Bank Aceh ini mewakili kepala daerah dari sembilan kabupaten/kota lainnya yang meraih predikat Kabupaten/Kota Layak Pemuda 2017 yakni Kabupaten Bantaeng, Kota Bandung, Jakarta Utara, Makassar, Padang, Tangerang, Ternate, Pontianak, dan Kota Tangerang Selatan.

Dalam presentasinya, Aminullah menekankan bahwa untuk mewujudkan kota layak pemuda, diperlukan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah.”Pemko Banda Aceh sangat memperhatikan peran aktif pemuda dalam pembangunan kota di segala sektor mulai dari olahraga, seni budaya, hingga ekonomi dan syariat islam,” katanya di hadapan 50 delegasi dari seluruh Indonesia.

Pihaknya juga telah sejak lama membentuk organisasi persatuan ketua pemuda gampong se-Banda Aceh sebagai salah satu wadah bagi para pemuda untuk berkontribusi dalam pembangunan.

“Kami sangat komit membuka seluas-luasnya ruang gerak dan kesempatan bagi pemuda untuk berperan aktif dalam pembangunan termasuk dalam mengembangkan kewirausahaan guna membuka semakin banyak lapangan kerja,” katanya.

Menurutnya, untuk mendukung visi pemerintahannya bersama Wakil Walikota Zainal Arifin yaitu mewujudkan Banda Aceh gemilang dalam bingkai syariah, diperlukan dukungan dari segenap elemen kota.

“Dan sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa, kami ingin memastikan para pemuda berada di garda terdepan dalam pembangunan kota kami,” katanya.

Ia melanjutkan, di samping adanya regulasi yang jelas dari Pemko Banda Aceh, aspek yang tak kalah penting dalam mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Layak Pemuda 2017 adalah tertanamnya akhlak dan budi pekerti yang baik pemuda sejak dini melalui program diniyah yang dimulai sejak 2011 silam.”Program yang memadukan pengetahuan umum dan agama telah kita terapkan di semua jenjang sekolah,” katanya melanjutkan.

Selanjutnya, Walikota juga memaparkan lebih rinci mengenai sejumlah aspek pendukung kota layak anak di Banda Aceh.”Di antaranya dalam hal penganggaran, tahun lalu kami memplot dana sekira Rp 2,5 miliar untuk pelaksanaan kegiatan kepemudaan yang tersebar di lima OPD dan juga organisasi kepemudaan,” katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan implementasi program kepemudaan yang telah berjalan secara berkesinambungan antara lain pembinaan organisasi kepemudaan, pelatihan entrepreneurship, life skill workshop, pembinaan komunitas seni, dan penyelenggaraan beragam festival sebagai ajang unjuk kreatifitas pemuda Banda Aceh.[]

(Editor | M. Zairin)

Facebook Comments

Komentar

News Feed