oleh

Aminullah Sebut Pengangguran 12 Persen, Illiza: 10 Persen Datang dari Luar Banda Aceh

debat-1
Debat publik pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Banda Aceh periode 2017-2022, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, yang dijadwalkan berlangsung 24 Januari 2017 malam. FOTO | KIP BANDA ACEH 

Banda Aceh-Calon Walikota Banda Aceh Aminullah mencecar rivalnya Illiza Sa’aduddin Djamal dengan dua persoalan mendasar yakni perlambatan ekonomi dan peningkatan pengangguran pada Debat Kandidat Calon Walikota-Wakil Walikota Banda Aceh yang berlangsung di Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa (24/1/2017) malam.

Pada 2012, kata Aminullah, perekonomian Banda Aceh masih tumbuh hingga 5,8 persen year on year. Namun, pada 2016 justru menurun menjadi 5,1 persen.

Perlambatan ekonomi ini juga sejalan dengan tingginya angka pengangguran di Banda Aceh yang mencapai 12 persen. Tentu ini tak linier dengan slogan Banda Aceh sebagai Kota Madani. “Kenapa ini terjadi?” tanya Aminullah.

Farid Nyak Umar langsung mengkoreksi pernyataan Aminullah tersebut. Menurut Calon Wakil Walikota Banda Aceh Nomor Urut 1 ini, selama kepemimpinan Illiza, pertumbuhan ekonomi Banda Aceh justru menunjukkan peningkatan yang positif.

“Itu pada 2014 (Illiza dilantik menggantikan Mawardy Nurdin) ekonomi hanya tumbuh sebesar 4,5 persen. Naik signifikan pada 2015 menjadi 5,1 persen. Oleh karena itu, data Anda perlu diverifikasi kembali,” kata Farid.

Illiza menambahkan, upaya pengentasan kemiskinan juga sudah diperjuangkan sejak 2017. “Angka kemiskinan pada saat itu mencapai 9 persen lebih, dan saat ini kita berhasil menekan jauh di bawah itu,” ungkap Illiza.

“Jadi tidak mungkin sebuah kota yang PDRBnya baik, IPMnya baik yang pertumbuhannya baik, Anda katakan sebuah kegagalan. Ini Pak Amin harus belajar banyak.”

Menurut Illiza, saat ini fakta menunjukkan banyak orang merasa nyaman berada di Banda Aceh. Terbukti banyak yang datang ke Banda Aceh untuk mencari kerja.

Jika jumlah pengangguran di Banda Aceh mencapai 12 persen, katanya, harus diketahui bahwa 10 persen di antaranya adalah para pendatang untuk mencari kerja di Banda Aceh. “Itu bisa diketahui dari kartu pencari kerja yang diterbitkan dinas sosial,” jelasnya.

Menurut Illiza, sesungguhnya dari 12 persen, hanya 2 persen dari jumlah pengangguran yang menjadi tanggungjawab pemerintah kota. “Namun, kita sebagai pemimpin tetap akan memberikan kesempatan kepada siapa saja yang datang ke kota ini. Buktinya, setiap tahunnya kami melaksanakan Job Fair dan bisa menyerap tenaga kerja hingga 2000 orang baik dari Banda Aceh dan dari kabupaten lain,” katanya.

SUMBER | BERITAKINI.CO 

Facebook Comments

Komentar

News Feed