oleh

Aminullah: Tolong ‘Jual’ Banda Aceh Hingga ke Manca Negara

Banda Aceh-“Banda Aceh Serambi Mekkah, Masjidnya indah luar biasa. Pramuwisata datang dari seluruh daerah, tolong jual kelebihan Banda Aceh hingga ke manca negara.”

Begitu empat bait pantun yang dibacakan Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman saat menjamu makan malam delegasi Rakernas Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di aula balai kota, Rabu, 4 Oktober 2017.

“Terima kasih telah memilih kota kami sebagai tuan rumah Rakernas HPI XVI. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi Banda Aceh karena pramuwisata merupakan pihak yang paling eksis ‘menjual’ pariwisata Indonesia selama ini. Kami sangat berbahagia dengan kehadiran bapak-ibu sekalian ke kota kami,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Aminullah memaparkan sekilas mengenai Kota Banda Aceh kepada delegasi Rakernas HPI dari 21 provinsi se-Indonesia tersebut. “Kota kami berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Besar dan Kota Sabang, sehingga menjadikan Banda Aceh sebagai pintu gerbang ke daerah lainnya yang ada di Aceh,” paparnya.

“Dihuni oleh beragam suku bangsa, semuanya telah hidup rukun selama ratusan tahun, dan tidak pernah terjadi pergesekan terkait isu SARA. Banda Aceh saya pastikan aman untuk investor dan wisatawan. Pintu kota kami terbuka untuk siapa saja,” ujar Aminullah.

“Kami juga menyadari sepenuhnya, untuk membangun suatu daerah tidak cukup hanya dengan mengandalkan APBD. Dibutuhkan kucuran dana dari APBN dan tentunya investor agar suatu daerah dapat terus berkembang dan maju,” sambungnya.

Ia menambahkan, Banda Aceh yang memiliki puluhan cagar budaya dan objek wisata lainnya termasuk wisata islami, seni budaya, hingga kekhasan kulinernya, dapat menjadi magnet yang sangat kuat bagi wisatawan dalam maupun luar negeri.

“Oleh karena itu, saya mengharapkan kepada seluruh pramuwisata yang telah datang dan menikmati waktunya selama berada di kota kami, tolong ‘jual’ Banda Aceh saat kembali ke daerahnya masing-masing maupun ke daerah lain hingga ke manca negara,” pinta Aminullah.

Pihaknya pun meyakini, pariwisata lah yang akan dapat mendongkrak sektor ekonomi dan sektor-sektor lainnya di Banda Aceh pada masa mendatang.”Untuk mewujudkan hal itu, salah satu fokus pembangunan Pemko Banda Aceh saat ini adalah untuk menggenjot sektor pariwisata,” pungkasnya seraya berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih intens dengan HPI.

Ketua Umum DPP HPI Sang Putu Subaya mengaku terkesima dengan Kota Banda Aceh yang disebutnya cantik, dan keramahan penduduknya. “Tak salah jika kami memilih Banda Aceh sebagai tuan rumah Rakernas kali ini. Kotanya cantik dan penduduknya juga ramah-ramah,” kata pria asal Bali ini.

Pada Rakernas yang digelar pada 3-6 Oktober 2017 di Banda Aceh, sebut Subaya, pihaknya memboyong 21 dari 32 pengurus DPD HPI se-Indonesia. Delegasi yang hadir antara lain berasal dari Sumatera Utara, Riau, Ambon, Banten, Yogyakarta, Kalimantan Barat, NTT, dan Sulawesi Tengah.

Pada kesempatan itu, Subaya juga mengharapkan dukungan wali kota untuk membina dan memberdayakan 100 pramuwisata yang tergabung dalam DPC HPI Banda Aceh saat ini. “Saya titip kepada Pak Wali anak-anak kami ini untuk dibina agar skill dan pengetahuan mereka semakin meningkat. Mereka adalah aset sekaligus ujung tombak dalam mengembangkan sektor pariwisata di Banda Aceh,” pungkasnya.[]

Komentar

News Feed