oleh

Anak Aceh Ini Sukses Ciptakan Aplikasi “Bisa Topup”, Dulunya Korban Tsunami

descargar-play-store
Descargar Play Store Gratis. FOTO | playstoredescargarapk.com 

Jakarta-Dua anak muda Aceh, Firmansyah Asnawi yang juga korban tsunami, dan Muammar Khadafi, yang pernah kuliah di MTI (Manajemen Taknologi Informatika) Universitas Indonesia berhasil menciptakan “Bisa Topup.”

Sebuah aplikasi android mirip “PayTren” yang menangani, pembelian pulsa, pembelian paket internet, pembelian token PLN, pembayaran tagihan PLN & PDAM, pembayaran berbagai macam tagihan, pembayaran BPJS, isi saldo GoPay dan lain-lain.

Lalu apa kelebihan aplikasi anak Aceh Bisa Topup ini?
Firmansyah Asnawi mengatakan, aplikasi mereka “BisaTopup” 100% gratis (tidak perlu beli account), bukan multi level marketing (MLM), bisa hadir dalam bentuk aplikasi android (bisa didownload di Play Store) dan website bisatopup.co.id.

“Kalau ada masalah, silakan kontak kami,” kata Firmansyah. Ia memberi kontak bisatopup telegram/wa : +6282294916434, email: firmansyah@amanahcorp.co.id, IG : firmansyahasnawi, FB : firmansyah asnawi.

Ia juga menyampaikan keunggulan lainnya dari produknya, yaitu setiap melakukan transaksi melalui BisaTopup, akan mendapatkan poin. “Poin ini nantinya bisa digunakan untuk pembelian pulsa atau lainnya”, ujar Firman.

Selain itu, harga di BisaTopup sangat bersaing dan menguntungkan. Misalnya saja, pulsa Telkomsel yang 100.000 cuma dihargai sekitar 94.000 di BisaTopup.

Sebagai informasi, Firman menambahkan, sejak 30 Juni 2017, BisaTopup sudah dipakai oleh 2.806 pengguna di seluruh Indonesia.

BisaTopup dibuat oleh perusahaan Amanah Corporation, perusahaan konsultan IT yang didirikan oleh dua pemuda Aceh, Muammar Khadafi dan Firmansyah Asnawi.

Keduanya alumni asrama FOBA Jakarta.
Muammar Khadafi adalah pemuda 27 tahun kelahiran Lhokseumawe. Mendapat beasiswa penuh jurusan Teknik Informatika di President University dan sekarang sedang melanjutkan S2 di jurusan MTI Universitas Indonesia.

Khadafi sudah sangat berpengalaman mengerjakan proyek dalam membangun sistem atau aplikasi di berbagai perusahaan.Di Amanah Corporation Khadafi memegang posisi founder & CEO.

Firmansyah Asnawi adalah pemuda 28 tahun yang dulunya merupakan korban tsunami Aceh, badannya terbawa arus tsunami sekitar 3 KM dari Gampong Deah Baro sampai ke Punge dekat kapal PLTD Apung bersemayam.

Ibu, tiga kakak, dan seorang adiknya hilang terkena tsunami. Ketika tsunami Firman masih duduk di kelas 1 SMA.Firman juga mendapat beasiswa penuh di jurusan Teknik Informatika Universitas Al Azhar Indonesia dan menjadi wisudawan terbaik kategori akademik pada tahun 2011.

Firman juga sudah menyelesaikan S2-nya selama 3 semester di jurusan MTI Universitas Indonesia.
Firman sekarang bekerja sebagai auditor IT di kantor pusat di Bank Syariah Mandiri di Jakarta dan juga menduduki posisi co-founder dan COO pada perusahaan Amanah Corporation yang didirikannya bersama Khadafi.

Amanah Corporation sekarang sudah memiliki 7 pegawai dan menempati kantor di Jakarta Selatan. Selain dua posisi pekerjaan itu, Firman juga menjadi dosen muda yang mengajar di dua kampus yaitu Universitas Al Azhar Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Sumber | Serambi INDONESIA (ACEH.TRIBUNNEWS.COM) 

Komentar

News Feed