full screen background image

Antasari Azhar Bebas di Hari Pahlawan, Menkum Yasonna: Tidak Ada Rekayasa

Share Button
antasari-azhar

Antasari Azhar. FOTO | Hasan Alhabshy/DETIK.COM 

Jakarta-Antasari Azhar menghirup udara bebas tepat di Hari Pahlawan 2016, meski statusnya baru bebas bersyarat. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang membawahi Lembaga Pemasyarakatan (LP) memastikan pembebasan itu tidak disengajakan dengan Hari Pahlawan.

“Itu memang hari ini persis, tidak ada rekayasa,” kata Menteri Yasonna dalam sela-sela acara di Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Antasari mulai menghuni bui sejak 2009 dan dihukum selama 18 tahun penjara. Karena berkelakuan baik, Antasari mendapatkan remisi 53 bulan 20 hari. Alhasil, pembebasan bersyarat bisa ia dapatkan sejak hari ini karena telah menjalani hukuman 2/3 hukuman.

“Memang considencenya memang tanggal 10, Hari Pahlawan ya. Memang keluar sebagai bebas bersyarat. Dia juga sedang memohonkan grasi. Ya jadi kita tunggu saja prosesnya yang ada,” ucap Yasonna.

Antasari dihukum 18 tahun penjara karena dinilai menjadi otak pembunuhan Nasrudin. Motifnya adalah cinta segi tiga antara Antasari-Rani-Nasrudin. Antasari curhat ke Sigit Haryo Wibisono dan kemudian Sigit meminta bantuan perwira menengah Kombes Wiliardi Wizard. Setelah itu, Williardi mencari tim eksekutor yaitu Edo dkk.

Akhirnya Antasari dinilai bersalah di semua tingkatan hukum. Dari 3 hakim tingkat pertama, 3 hakim tingkat banding dan 8 hakim agung, satu hakim agung yang memutuskan Antasari Azhar bebas murni dan tidak terlibat kasus pembunuhan tersebut. Hakim agung itu adalah Prof Dr Surya Jaya yang menyatakan bahwa benar Antasari pernah curhat soal kasusnya dengan Sigit Haryo. Tetapi tidak ada satu pun kata dan kalimat yang menyuruh Sigit Haryo Wibisono untuk menghabisi nyawa Nasrudin.

“Masalah hukumnya, masalah benar apa tidak itu biarlah publik menilai kami tidak ikut campur dengan itu,” ucap Yasonna.

Salah satu misteri kematian Nasrudin adalah baju yang ia pakai saat tertembak. Setelah tertembak, Nasrudin dibawa ke RS Mayapada untuk ditangani dan diteruskan ke RSCM. Tapi hingga hari ini, baju Nasrudin itu tidak pernah sampai ke persidangan, padahal merupakan bukti kuat di kasus ini. Antasari pun menggugat RS Mayapada dan masih diproses di tingkat kasasi.

“Pokoknya beliau sekarang keluar, dapat bepergian ke mana-mana, walaupun harus lapor ke Bapas,” pungkas Yasonna.

SUMBER | DETIK.COM 

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.