oleh

Apa Karya Disebut Pembawa Pembaharuan Aceh Masa Depan

Zakaria Saman
Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022 yang maju melalui jalur independen, Zakaria Saman-Ir T Alaidinsyah M. Eng, saat berorasi dalam kampanye akbar yang berlangsung, Kamis (26/01/2016), di lapangan Bola Kaki Bereunuen, Kabupaten Pidie. FOTO | IST

[clickToTweet tweet=”Apa Karya Disebut Pembawa Pembaharuan Aceh Masa Depan” quote=”Apa Karya Disebut Pembawa Pembaharuan Aceh Masa Depan”][social_warfare buttons=”Facebook, Twitter”]

Pidie-Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022 yang maju melalui jalur independen, Zakaria Saman-Ir T Alaidinsyah M. Eng, Kamis (26/01/2016), menggelar kampanye akbar di lapangan Bola Kaki Bereunuen, Kabupaten Pidie.

Kampanye yang dihadiri puluhan ribu massa pendukung dari berbagai pejuru di Kabupaten Pidie itu, menghadirkan sejumlah orator seperti, Tgk. Zahlul, Tgk. Zainuddin Djalil, Tgk. Din Geuleumpang Dua.

Saat berorasi, Tgk. Zahlul, menyatakan, Pilkada Aceh yang diikuti enam pasangan calon semuanya baik. Ini lantaran dinilai kesemuanya itu putera Aceh dan beragama Islam. Tetapi, ketahuilah diantara yang baik ada yang terbaik untuk membawa pembaharuan dan perbaikan Aceh ke depan, yaitu orang yang mengetahui persoalan Aceh.

“Tidak ada yang lain, dialah Tgk. Zakaria Saman, salah satu putera Aceh yang mempelopori perjuangan Aceh, dialah mantan menteri pertahanan GAM. Berkat perjuangan Apa Karia (red-sapaan Zakaria Saman) bersama tentara-tentara GAM, maka lahirlah perdamaian MoU Helsinki dan UUPA,” kata Tgk. Zahlul, dalam orasinya di depan puluhan ribu massa kampanye akbar Zakat (Zakaria Saman-T. Alaidinsyah).

Tgk. Zahlul mengatakan, saat ini Aceh telah hancur, MoU Helsinki dan UUPA belum terealisasi sepenuhnya. Oleh karena itu, maka Zakaria Saman sebagai salah satu tokoh pencetus perdamaian mencalonkan diri sebagai calon gubernur Aceh untuk perbaikan Aceh ke depan.

“MoU Helsinki dan UUPA bukan milik partai, bukan pula milik kelompok, namun milik kita semua masyarakat Aceh. Secara nurani saya juga ingin sampaikan, hari ini masyarakat Aceh butuh kepada pemimpin bukan penguasa,” tegas Tgk. Zainul disambut teriakan massa.

Disebutkan dalam kitab Manzilatul Badi’ah, lanjut Zahlul, ramalan langsung Syeik Abdurrauf meramalkan pada tahun 1440 H akan lahir malikul ‘adil, akan lahir pemimpin yang adil dan bijaksana.

“Tahun 1440 H itu hanya tinggal dua tahun lagi, dengan berkat dua kalimat syahadat kita berdo’a agar Allah memberikan kesempatan kepada Apa Karia untuk menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana,” imbuh Zahlul.

Sementara itu, Tgk. Zainuddin Djalil dalam orasinya mengisahkan tentang sejarah Aceh. Putera asal Bireuen ini menuturkan bahwa Aceh merupakan daerah pertama masuk islam di Asia Tenggara. Islam ke Aceh baik itu di wilayah Bireuen maupun perlak dibawa langsung oleh keturunan Nabi Muhammad SAW.

“Perlu saya pertegas Aceh itu adalah bibit islam dan bibit pejuang. Maka tugas pemimpin di Aceh wajib menegakkan agama Islam di Aceh,” tegas Tgk. Zainuddin sembari menguraikan kisah Aceh hingga menyebutkan silsilah wali nanggroe secara rinci.

“Selain menegakkan agama Islam, tugas pemimpin berikutnya adalah jangan ada rakyat yang mengalami krisis pangan, krisis perumahan, krisis pakaian, seluruh rakyat Aceh harus berpendidikan,” katanya lagi.

Sementara itu, orator lainnya yang akrab disapa Tgk. Din Geuleumpang Dua menyebutkan, Apa Karya maju Gubernur bukan untuk merebut kekuasaan atau pun tahta, namun Apa Karya mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh untuk mencari jalan keluar agar Aceh aman, masyarakat sejahtera dan merasakan langsung hasil alam Aceh. (Red/*)

Komentar

News Feed