oleh

ASN Muslim di Aceh Diberi Kelonggaran Waktu Selama Bulan Ramadhan

Banda Aceh-Aparatur Sipil Negara (ASN) muslim di provinsi Aceh diberikan waktu yang lebih selama bulan Ramadhan.Hal ini sebagaimana salinan surat edaran Gubernur Aceh Nomor : 061-2/16519, yang diperoleh media ini, Rabu, 15 Mei 2018, di Banda Aceh.

Kelonggaran waktu tersebut dalam rangka peningkatan kualitas pelaksanaan ibadah puasa serta mendorong semangat kerja dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan sosial kemasyarakatan dalam bulan Ramadhan 1439 Hijriah/2018 Masehi.

Berdasarkan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 336 Tahun 2018, telah ditetapkan jam kerja ASN, TNI dan POLRI pada bulan Ramadhan.

Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Aceh diberikan kelonggaran jam kerja dari jam kerja yang berlaku sebagaimana ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 061.2/063/2006 tentang pelaksanaan 5 (lima) hari kerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Aceh, ditetapkan jam kerja dalam bulan Ramadhan Tahun 1439 H/2018 M dengan menyesuaikan waktu istirahat, waktu shalat Dzuhur/Jum’at di Aceh.

Pada hari Senin hingga Kamis, Pegawai Negeri Sipil (PNS) masuk kerja pukul 08.00 sampai dengan 15.00 WIB.Sedangkan waktu istirahat/Shalat pukul 12.30 sampai dengan 13.00 WIB.

Kecuali itu, untuk hari Jum’at, Pegawai Negeri Sipil (PNS) masuk kerja pukul 08.00 sampai dengan 16.00 WIB dan waktu istirahat/shalat pukul 12 sampai dengan 13.30 WIB.

Untuk pelaksanaan jam kerja tersebut, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, mengharapkan agar apel pagi setiap hari Senin selama bulan ramadhan tetap dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB.

Selain itu, dalam salinan surat edaran tersebut juga diatur terkait penggunaan pakaian dinas.Pada setiap hari Senin-Selasa (pakaian PDH warna Khaki), Rabu (PDH kemeja putih, celana/rok warna hitam/gelap), Kamis (PDH Batik Motif Aceh) dan Jum’at (pakaian Muslim/Muslimah).

Pemerintah Aceh juga memberlakukan absensi sesuai ketentuan untuk mengetahui tingkat kehadiran dan disiplin pegawai setiap hari serta melakukan pengawasan terhadap kepatuhan jam kerja ASN di lingkungan instansi/unit kerja masing-masing.

Bagi pegawai yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas, Gubernur meminta untuk dapat diberikan sanksi disiplin sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Kami menghimbau kiranya pimpinan instansi Vertikal Kementerian dan Non Kementerian serta BUMN dan BUMD dapat menyesuaikan dengan surat edaran ini dan melaksanakan dengan sebaiknya,” himbau Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.[]

(Editor | M. Zairin)

Facebook Comments

Komentar

News Feed