full screen background image

Atap Rumbia Aceh Utara Mulai Sepi Pembeli

Share Button
Atap daun rumbia

ilustrasi-Atap daun rumbia/Foto | helloacehku.com

Lhokseumawe-Perajin atap daun rumbia di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengeluh sebab dalam setahun terakhir ini sepi pembeli atau produknya tidak lagi laris. Perajin atap rumbia di Meunasah Mee, Kecamaan Meurah Mulia, M Yakob, misalnya Sabtu mengatakan, “Sekarang tidak banyak atap rumbia yang terjual.”

Hal itu, katanya, sangat berbeda ketika banyak rumah warga yang masih memaka daun rumbia sebagai atapnya. Karena  permintaan akan atap rumbia sepi, sebagian perajin tidak rurin berpoduksi. Hanya bekerja apabila ada pesanan.

Lanjutnya lagi, untuk saat sekarang, peminat atap rumbia lebih dominan para petani kebun untuk untuk atap pondok. Serta pengusaha rumah makanan atau kuliner yang  memakai atap rumbia dikarenakan lebih berkesan. “Kalaupun ada yang memesan hanya untuk keperluan membuat pondok atau tempat makan dan sebagai tempat singgah di kebun, sedangkan untuk dijadikan atap rumah tampaknya kini sudah mulai berkurang, sekarang masyarakat lebih memilih atap terbuat dari seng maupun sejenis lainnya,” ungkap Yakob.

Atap yang terbuat dari susunan daun rumbia tersebut, mampu bertahan antara dua hingga tiga tahun dan masih digunakan  rumah-rumah tradisional di Aceh. Harga atap daun rumbia saat ini berkisar Rp4.000 hingga Rp 5.000/ ikat.

Sumber | ACEH.ANTARANEWS.COM

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM