full screen background image

Baksos Terintegrasi, Sarana Mengaplikasikan Ilmu

Share Button
penanaman pohon

Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, saat melakukan penanaman perdana Serai Wangi di lingkungan Kampus Unsyiah Gayo Lues. FOTO | Ist

Gayo Lues-Bakti Sosial Terintegrasi yang diselenggarakan oleh Universitas Syiah Kuala, diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengaplikasikan Ilmu yang selama ini didapat oleh para mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan berjalan dengan baik, sehingga membawa manfaat yang besar bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, saat membuka secara resmi Bakti Sosial Terintegrasi dalam rangka memperingati Milad ke-55 Universitas Syiah Kuala, yang dipusatkan di Lapangan Upacara Kampus PDD Universitas Syiah Kuala, Gayo Lues, Sabtu, 12 Agustus 2016.

“Terimakasih dan penghargaan kepada tim dari Unsyiah, dan para peserta Baksos dari beragam disiplin ilmu yang begitu bersemangat untuk berpartisipasi guna menerapkan ilmu pengetahuan sebagai perwujudan tri darma perguruan tinggi, dalam kegiatan bakti sosial terintegrasi ini. Terimakasih juga saya sampaikan kepada Bupati dan segenap jajaran SKPK Gayo Lues, yang telah bersedia menjadi tuan rumah, serta siap untuk bekerjasama dengan para tim dan peserta baksos dari Unsyiah,” ujar gubernur.

Untuk diketahui bersama, peserta baksos terintegrasi Unsyiah mencapai hingga 500 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, diantaranya pendidikan, kesehatan, pertanian, pembangunan gampong dan sebagainya. Pria yang akrab disapa doto Zaini itu berharap Kegiatan ini akan menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang selama ini dipelajari langsung di tengah-tengah masyarakat.

“Sepanjang pengetahuan saya, ini merupakan baksos pertama di Aceh yang dilakukan secara terintegrasi dan melibatkan banyak orang. Yang dimaksud terintegrasi adalah, kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur ilmu dan elemen di Unsyiah, dan juga melibatkan unsur dari pemerintahan, dalam hal ini, SKPA dan juga SKPK Gayo Lues,” kata gubernur.

Menurut gubernur, baksos terintegrasi ini memiliki nilai dan makna yang sangat strategis, terutama dalam upaya peningkatan sinergitas dan kerjasama antara kampus dan instansi Pemerintah dalam menjalankan pembangunan berbagai bidang di Bumi Serambi Mekah. Karena itu, gubernur berharap, para peserta tetap bersemangat selama melaksanakan bakti sosial.

Capaian Pemerintah Aceh

Dalam kesempatan tersebut gubernur juga menyampaikan beberapa program yang telah digagas Pemerintah Aceh, diantaranya mengenai alokasi dana pendidikan sebesar 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh, sesuai dengan perintah Undang-undang. Dana tersebut dipergunakan untuk menunjang program dan kegiatan pendidikan di Aceh, termasuk pengembangan sarana pendidikan, mutu pendidikan dan juga pemberian beasiswa.

Sementara itu, di bidang kesehatan yang juga merupakan salah satu program prioritas, Pemerintah Aceh telah menetapkan dana sebesar 13 persen dari total APBA 2016. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan di bidang kesehatan.

Saat ini, lanjut gubernur, Pemerintah Aceh sedang terus mengembangkan lima rumah sakit rujukan regional, masing-masing wilayah timur, utara, tengah, barat, dan selatan Aceh. Pembangunan RS tersebut menggunakan dana bantuan dari Pemerintah Jerman.

Meski masih menemui kendala, namun Pemerintah Aceh tetap melanjutkan program tersebut dengan menggunakan dana yang bersumber dari APBA. Tiga rumah sakit regional tersebut berada di Aceh Tengah, Pidie dan Kota Langsa.

“Pemerintah Aceh akan terus berupaya agar para pemangku kebijakan dapat menyetuji program pembangunan lima Rumah Sakit Regional tersebut, karena dengan kehadiran rumah sakit rujukan regional ini, layanan kesehatan di tingkat Kabupaten/Kota diharapkan berjalan dengan semakin baik karena tidak bertumpu dengan RSUZA,” sambung gubernur.

Gubernur Zaini juga mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi, bahwa perekonomian Aceh terus menunjukkan tren meningkat. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya investor yang menanamkan modalnya di daerah Aceh. Pada tahun 2012, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp. 1,26 triliun, jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan sebesar Rp5,72 triliun.

“Selain itu, kita juga harus bersyukur bahwa untuk tahun 2016 ini Aceh mendapat alokasi dana desa dari Pemerintah Pusat sebesar Rp3,8 triliun, atau meningkat lebih dari 100 persen dibanding tahun 2015 yang sebesar Rp 1,7 triliun. Hal ini tentunya membuat peluang kita untuk membangun Aceh dari Gampong menjadi semakin terbuka lebar,” tambah gubernur.

Gubernur menekankan, saat ini Pemerintah Aceh terus melakukan berbagai upaya demi terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan dan membawa kesejahteraan bagi rakyat Aceh. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh membutuhkan keterlibatan elemen masyarakat, termasuk dari perguruan tinggi.

“Selamat kepada Universitas Syiah Kuala yang tahun ini genap berusia 55 Tahun. Semoga karya dan kiprah Unsyiah dalam membangun negeri akan terus dilanjutkan demi pembangunan Aceh yang lebih baik lagi di masa mendatang,” pungkas gubernur.

Bangun Dunia Pendidikan Gayo Lues

Sementara itu, dr Andalas Sp Og, selaku ketua panitia pelaksana baksos terintegrasi, mengajak semua pihak untuk membangun dunia pendidikan di kabupaten berjuluk kota seribu bukit itu.

“Dahulu, kita tidak pernah berpikir bagaimana caranya menuju tempat ini, namun karena dukungan semua pihak, kini kampus Unsyiah sudah berdiri disini, maka dalam kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk berfikir dan mulai bekerja dengan sebaik-baiknya untuk membangun Gayo Lues, terutama pada sektor pendidikan,” ajaknya.

Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasyim, menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Aceh terhadap pengadaan lahan seluas 100 hektar untuk mendukung pembangunan Kampus Program Studi Diluar Domisili (PDD) Unsyiah Gayo Lues ini.

“Kita semua tentu berharap 10 tahun lagi, kampus Unsyiah Gayo Lues ini akan sama dengan kampus Unsyiah di Darussalam. Oleh karena itu, kami meminta Bapak Gubernur dapat terus memberi perhatian kepada kampus Unsyiah Gayo Lues ini.”

Prof Samsul Rizal, selaku Rektor Unsyiah, mengajak semua pihak dapat berkontribusi bagi pembangunan Aceh disegala bidang dengan mengedepankan prinsip Keikhlasan, Kejujuran dan Kebersamaan.

“Tanpa keihklasan, kejujuran dan kebersamaan, maka kita tidak akan bisa membangun negeri ini ke arah yang jauh lebih baik dari saat ini. Dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan Terima kasih kepada masyarakat Gayo Lues yang telah memberi dukungan bagi pembangunan kampus Unsyiah ini. Saya juga berharap, siapapun pemimpin Gayo Lues di masa yang akan datang dapat terus bekerjasama dalam rangka membangun Gayo Lues, membangun Aceh dan Membangun Indonesia. Jangan sampai, perbedaan pandangan politik menghancurkan dunia pendidikan daerah yang kita cintai ini,” imbuh Samsul Rizal.

Usai pencanangan Baksos Terintegrasi, Gubernur berkesempatan menyaksikan penandatangan kesepakatan kerjasama antara Unsyiah dengan Pemkab Gayo Lues tentang budidaya serai wangi, yang dilakukan oleh Rektor Unsyiah dan Bupati Gayo Lues. Usai menyaksikan penandatanganan kerjasama, Gubernur, Rektor Unsyiah dan Bupati Gayo Lues dan Bupati Aceh Tengah berkesempatan melakukan penanaman perdana Serai Wangi di lingkungan Kampus Unsyiah Gayo Lues.

Reporter | Rizal JP

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM