oleh

Banda Aceh Komit Canangkan Gerakan Efisiensi Energi

Jakarta-Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh dibawah kepemimpinan Aminullah Usman-Zainal Arifin, menyatakan komitmennya untuk mencanangkan gerakan efisiensi energi di daerah itu.

Hal itu disampaikan Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, pada sesi wawancara usai menjadi narasumber pada konferensi internasional “2nd Indonesia Energy Efficiency and Conservation Conference & Exhibition (IEECCE)” di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 19 September 2018.

Menurutnya, saat ini Banda Aceh sedang menuju ke arah smart city dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan. “Beragam program sedang dirancang dan ada juga yang telah berjalan. Mulai dari efisiensi energi, penanganan sampah hingga transportasi publik,” ujar Aminullah.

Ia mengatakan, efisiensi energi listrik merupakan salah satu langkah kecil namun berdampak besar yang bisa segera dilakukan. “Gerakan ini akan dimulai dari internal pemerintahan. Setiap kantor harus memastikan lampu, AC, komputer, dan perangkat elektronik lainnya sudah dimatikan jika tidak digunakan lagi,” katanya.

Menurutnya, selama ini memang sudah berjalan, namun akan diintensifkan lagi agar benar-benar berjalan dan dapat menjadi contoh bagi masyarakat.”Bayangkan jika seluruh warga kota mendukung gerakan ini berapa energi yang bisa kita hemat,” katanya.

Masih kata Walikota, dalam waktu dekat akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Banda Aceh.”Dengan adanya PLTSa ini, dua keuntungan yang kita peroleh yakni penanganan terpadu terhadap persoalan sampah, dan tersedianya sumber energi baru bagi masyarakat sekitar TPA,” katanya lagi.

Dalam kesempatan itu Aminullah juga mengapresiasi kegiatan IEECCE ini, karena sangat bermanfaat bagi banyak kota di Indonesia termasuk Kota Banda Aceh.”Saya kira perlu dilanjutkan digelar setiap tahunnya, dan mengundang lebih banyak narasumber dari luar agar kita bisa belajar banyak dari negara-negara yang sudah lebih maju di bidang ini,” katanya menyatakan kesiapan Banda Aceh menjadi tuan rumah penyelenggaraan IEECCE ke depan.

Ia berharap, transportasi publik Trans Kutaraja yang kini telah beroperasi diharapkan mampu mengantisipasi polusi udara akibat semakin bertambahnya kendaraan bermotor di Banda Aceh.

“Koridornya akan terus kita tambah agar semakin luas cakupan dan mudah diakses oleh masyarakat. Guna mendorong warga untuk menggunakan Trans Kutaraja, ongkosnya juga kita gratiskan,” harapnya menuturkan.[]

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed