oleh

Bank BRI Latih Guru Madrasah Menjadi Wirausahawan Tangguh

Menteri BUMN Rini M Soemarno bersama Direktur Mikro BRI Mohammad Irfan Melakukan on site pada salah satu peternakan puyuh yang ada di sukabumi milik Slamet Wuryadi yang merupakan nasabah UMKM BRI.
Menteri BUMN Rini M Soemarno bersama Direktur Mikro BRI Mohammad Irfan Melakukan on site pada salah satu peternakan puyuh yang ada di sukabumi milik Slamet Wuryadi yang merupakan nasabah UMKM BRI. (Foto | KOMPAS.COM)

Wirausaha memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian nasional karena merekalah yang menggerakkan dan mengombinasikan bahan baku produksi, tenaga kerja, dan modal untuk menghasilkan barang dan jasa yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor perbankan, BANK BRI terus menunjukkan komitmennya untuk turut terlibat secara aktif dalam mencetak wirausaha-wirausaha tangguh dan sukses. Bantuan non-pembiayaan seperti seminar dan pelatihan yang diselenggarakan, menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan keterampilan dan penguasaan akan usaha yang dilakoni oleh calon-calon wirausaha tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, BANK BRI bersama dengan Jamkrindo, dan Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia (APPI) menandatangani memorandum of understanding (MoU) tentang “Pengembangan Usaha Koperasi, Usaha Mikro dan Kecil Peternak Puyuh dari Hulu ke Hilir”. MoU tersebut merupakan bagian dari kegiatan Penguatan Jaringan Sentra Usaha Peternak Puyuh Melalui KUR dan IUMK yang dilaksanakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM pada 14 April 2016 di SME Tower, Jakarta.

“Bahkan, pada saat on site ke salah satu peternakan puyuh di Sukabumi, turut hadir pula Menteri BUMN RI Ibu Rini M Soemarno,” ungkap Corporate Secretary Bank BRI, Hari Siaga Amijarso.

Hari melanjutkan, dari MoU tersebut kemudian diterjemahkan secara teknis dalam bentuk pelatihan, baik secara teori maupun praktik. Pelatihan ini melibatkan berbagai pihak, yakni APPI, Asosasi Pemandu Wirausaha Indonesia (APWI), Koperasi Guru Madrasah Sukabumi, dan Persatuan Guru Madrasah (PGM) se-Sukabumi.

Secara resmi, kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 100 orang guru madrasah se-Sukabumi tersebut dibuka langsung oleh Direktur Mikro BRI Mohammad Irfan, Direktur CV Slamet Quail Farm (SQF) Slamet Wuryadi, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Sukabumi H Hilmy Riva’i, pada 9 Mei 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Sementara itu, pelatihannya sendiri diselenggarakan pada 16 – 19 Mei 2016 di Pondok Wirausaha Dewwin Assalam, Sukabumi. Peserta pelatihan dibekali berbagai macam keterampilan dalam budidaya puyuh dan pengolahan pasca panen puyuh, serta dibekali dengan karakter kewirausahaan, seni dan ilmu berwirausaha, penggalian potensi diri dan lingkungan, pengelolaan keuangan, serta penyusunan business plan.

“Inilah wujud nyata dari komitmen BRI dalam rangka pengembangan usaha koperasi, usaha mikro dan kecil peternak puyuh dari hulu ke hilir. Tujuan dari pelatihan ini adalah mencetak kader-kader pengusaha puyuh yang handal dan mampu meningkatkan taraf hidup guru madrasah menjadi lebih baik lagi,” jelas Hari.

Pemberian KUR

Sejalan dengan komitmen BANK BRI dalam pengembangan UMKM, khususnya dalam usaha budidaya peternakan puyuh dari hulu ke hilir, BANK BRI memberikan modal usaha kepada peserta pelatihan yang layak berupa kredit usaha rakyat (KUR). Penyaluran kredit ini disalurkan melalui Kantor Cabang BRI Cibadak dan Kantor Cabang BRI Sukabumi.

Diharapkan, pelatihan dan pemberian KUR kepada para peserta, dapat memperbaiki taraf hidup guru madrasah dan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional, melalui pembukaan lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan per kapita, serta penerimaan negara melalui sektor pajak.

Sumber | KOMPAS.COM

Komentar

News Feed