oleh

Barang Disita Bea Cukai, Importir Asal Sabang Rugi Tiga Miliar

Direktur CV Asia Sabang Trading, H Zakaria Abdullah, didampingi kuasa hukumnya, Haspan Yusuf Ritonga, SH, MH, saat menggelar temu pers di aula gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, di Banda Aceh. FOTO | HENDRA S
Direktur CV Asia Sabang Trading, H Zakaria Abdullah, didampingi kuasa hukumnya, Haspan Yusuf Ritonga, SH, MH, saat menggelar temu pers di aula gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, di Banda Aceh. FOTO | HENDRA S

Banda Aceh-Even Sail Sabang yang dihelat pemerintah sejak 2 hingga 5 Desember 2017 lalu, menyisakan kepiluan bagi importir Sabang, Direktur CV Asia Sabang Trading Zakaria Abdullah.Betapa tidak, keuntungan diharapkan pada even bertaraf Internasional itu telah membuat importir tersebut mengalami kerugian mencapai Rp.3 miliar.

Penyebabnya adalah barang-barang milik importir tersebut disita pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Sabang.

Selasa, 17 Januari 2018, direktur CV Asia Sabang Trading, H Zakaria Abdullah, didampingi kuasa hukumnya, Haspan Yusuf Ritonga, SH, MH, menggelar temu pers di aula gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, di Banda Aceh.

“Klien kami telah dirugikan oleh pihak Bea dan Cukai, senilai Rp.3 miliar, karena telah menyita/menahan barang komoditi kebutuhan masyarakat yang dipasok untuk kebutuhan masyarakat pada even tersebut,” ujar Haspan Yusuf Ritonga.

Menurutnya, barang-barang yang disita itu dipasok dari Singapura, untuk diperjual belikan di Sabang, guna keperluan Sail Sabang.Barang tersebut berdasarkan pesanan pihak Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

Dikatakannya, barang- barang yang disita pihak Bea Cukai tersebut berupa beras, gula peralatan rumah tangga/dapur, pakaian dan selimut serta bahan pangan segar asal tumbuhan.”Kita akan berupaya proses hukum sampai ke pemerintah pusat, jika hal ini tidak ditanggapi oleh gubernur Aceh,” ancamnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah melayangkan surat kepada gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, selaku ketua dewan kawasan Sabang dengan lampiran tembusan ke lembaga-lembaga hukum terkait.

“Bea Cukai, telah melakukan perbuatan semena-mena terhadap klien kami selaku perusahaan yang bergerak di bidang importir dan eksportir barang-barang kebutuhan masyarakat tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, sejumlah aturan telah dikangkangi pihak Bea Cukai seperti peraturan dan ketentuan yang berlaku untuk kawasan perdagangan bebas Sabang dan pelabuhan bebas Sabang, yakni UU/No 37/2000, pasal 9 ayat (2,6 dan 7) bahwa untuk kebutuhan konsumsi kawasan sabang kuota ditetapkan oleh badan pengusahaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang (BPKS).

Dan UU Nomor 11/2006 tentang pemerintahan Aceh khususnya ketentuan yang diatur dalam pasal 167 ayat (1) point’ (a) kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang (bebas dari tata niaga).

Serta peraturan pemerintah (PP) Nomor. 83/ 2010, tentang pelimpahan kewenangan pemerintah kepada dewan kawasan Sabang, khususnya ketentuan yang diatur dalam pasal (3, 5, dan 6) bahwa pemerintah telah melimpahkan kewenangan kepada dewan kawasan Sabang ,” jelasnya.

Atas dasar itu pihaknya berharap kepada gubernur Aceh untuk menindaklanjuti persoalan tersebut karena Bea Cukai dalam menjalankan tugasnya dinilai telah bertentangan dengan aturan yang berlaku serta tidak mendukung program pemerintah pusat dan pemerintah Aceh dalam memajukan pembangunan ekonomi, mengentaskan kemiskinan serta pengangguran sebagaimana yang telah dicanangkan pemerintah pusat dan daerah di seluruh Indonesia.

Dia juga menyampaikan hingga saat ini barang komoditas kebutuhan masyarakat yang di impor dalam kegiatan Sail Sabang tersebut masih tersimpan di gudang BPKS, karena gudang Bea Cukai Sabang, sudah over kapasitas.

“Pemerintah harus dapat segera mengatasi persoalan tersebut karena dapat menghambat proses peningkatan perekonomian masyarakat di Aceh,” tutup, Harpan Yusuf Ritonga.

Hingga berita ini diturunkan PENAPOST.COM belum berhasil mendapat informasi lebih lanjut dari pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Sabang.[]

Reporter | Hendra S

Facebook Comments

Komentar

News Feed