oleh

Beda Puisi Sukarno vs Sukmawati yang Jadi Kontroversi

Jakarta-Presiden pertama RI Sukarno dan putrinya, Sukmawati Soekarnoputri sama-sama pernah menulis puisi tentang Indonesia. Sukarno menulis ‘Aku Melihat Indonesia’. Sedangkan Sukmawati menggubah ‘Ibu Indonesia’ dan menjadi kontroversi.
Darah seni Sukarno disebut mengalir dari sang Ibu, Nyoman Rai Srimben. Sukarno memang pencinta seni sekaligus pernah membuat kreasi seni seperti puisi. Salah satu naskah puisinya yang terkenal berjudul ‘Aku Melihat Indonesia’.
Megawati Soekarnoputri pernah membacakan puisi itu saat membuka Kongres IV Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Inna Grand Bali Beach, Bali, Kamis (9/4/2015). Melalui puisi ‘Aku Melihat Indonesia’, Megawati mengajak peserta kongres kembali merenung tentang Indonesia dalam satu kesemestaan.
“Aku melihat Indonesia adalah cara pandang bersama untuk kembali pada cita-cita kedaulatan bangsa,” kata Mega.

Anak-anak Sukarno dari Fatmawati sebagian mewarisi bakat seni Bung Karno. Si sulung, Guntur, pernah punya grup musik waktu kuliah di ITB, Megawati suka menari, dan Guruh berkiprah di musik serta tari.

Meski tak banyak mendapatkan publisitas seperti halnya Guruh, Diah Mutiara Sukmawati juga ikut mewarisi Sukarno dalam hal mencintai kesenian. Dia menari, melukis, dan menulis. Konon, dia bisa betah berlama-lama nongkrong di Taman Ismail Marzuki, berkumpul dengan rekan sesama seniman.

Sukmawati menulis ‘Ibu Indonesia’. Puisi itu merupakan salah satu bagian dalam buku kumpulan puisi Sukmawati yang diterbitkan pada 2006 silam.

Puisi ini ramai dibicarakan pasca dibacakannya dalam acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya di ajang Indonesia Fashion Week 2018 pekan lalu. Sejumlah pihak mendesak Sukmawati minta maaf karena isi puisinya yang menyinggung soal syariat Islam, Cadar, dan Azan itu. Sukmawati juga dilaporkan ke polisi karena dinilai melecehkan agama Islam.

Sukmawati Soekarnoputri akhirnya tampil ke publik dan angkat bicara mengenai puisi ‘Ibu Indonesia’. Dia meminta maaf sembari menangis.

“Dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf lahir dan batin, kepada umat Islam Indonesia,” ujar Sukmawati dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Sukmawati menegaskan tidak ada niat menghina umat Islam. Dia mengatakan dia adalah seorang muslimah yang bangga dengan keislamannya.
“Saya mewakili pribadi tidak ada niat menghina umat Islam Indonesia dengan puisi ‘Ibu Indonesia’. Saya adalah muslimah yang bersyukur dan bangga akan keislaman saya,” ujar Sukmawati.

Sukmawati menjelaskan puisi itu sebagai refleksi dari keprihatinan terhadap wawasan kebangsaan. Dia ingin anak bangsa tidak lupa dengan jati-dirinya.

“Puisi ‘Ibu Indonesia’ adalah refleksi dari keprihatinan saya tentang rasa wawasan kebangsaan dan untuk menarik perhatian anak bangsa agar tidak melupakan jati diri Indonesia asli,” jelasnya.[]

Sumber | DETIK.COM
Facebook Comments

Komentar

News Feed