full screen background image

Belajar Kimia Berbasis Virtual Learning dengan Aplikasi Smartphone

Share Button
belajar

Seorang instrukur sedang mengajari pengunjung memainkan Edu Chemar di Pekan Raya Indonesia 2016, di BSD City, Tangerang. (Foto: MerahPutih/Wid) 

Pelajaran kimia sering kali dianggap sebagai pelajaran yang paling sulit oleh sebagian siswa. Namun saat ini, telah hadir metode baru untuk mempermudah siswa dalam memahami pelajaran tersebut. Dengan menggunakan aplikasi di smartphone atau telepon pintar, anak-anak bisa bermain sambil belajar tentang kimia berbasis virtual learning.

Aplikasi yang diberi nama Edu Chemar ini digagas oleh Rai Agassi, sarjana lulusan Universitas New South Wales (UNSW) Sydney Australia, asal Tangerang. Saat ini, Rai Agassi merancang Edu Chemar di laboratoriun virtual, di Ruko The Icon Busines Park, Blok G-1 BSD, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

“Virtual learning merupakan modus pembelajaran yang menggunakan teknologi digital yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan obyek nyata, yang disimulasikan menggunakan teknologi komputer dalam bentuk visual yang detail, menarik, dan sesuai dengan bentuk obyek aslinya. Namun bersifat maya, atau virtual learning,” ujar Geo Asasi, Co Founder PT Georai Pratama, saat menggelar pameran edukasi di Pekan Raya Indonesia (PRI), Indonesia Convention Exibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang.

Edu Chemar ini menggunakan kepingan-kepingan yang melambangkan unsur kimia dengan bentuk yang menarik dan sudah diberi barcode. Lalu, dengan menggunakan aplikasi Edu Charmer yang sudah di-download di smarthpone, secara otomatis akan menarangkan tentang unsur dan struktur atom dalam bentuk 3D yang menarik. Sehingga, anak dapat memahami bahwa atom terdiri dari proton, neutron, dan electron dengan cara memvisualisasikan gerakan elektron dalam bentuk animasi.

“Dengan menempelkan keping-keping unsur yang sesuai, ada tampilan bagaimana terbentuknya molekul atau senyawa yang terjadi karena ikatan kimia ditunjukan secara virtual animasi 3D. Sehingga, siswa bisa dengan mudah melihat bagaimana terbentuknya ikatan kovalen maupun ion secara virtual. Dengan metode seperti ini, siswa bisa dengan mudah untuk memahaminya,” paparnya.

SUMBER | MERAHPUTIH.COM 

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.