full screen background image

Benarkah Alergi Tidak Dapat Disembuhkan?

Share Button
Foto | Hasan Alhabshy/Detik.com

Foto | Hasan Alhabshy/Detik.com

Jakarta – Memiliki suatu alergi memang menjadi masalah sendiri bagi meraka yang mengalaminya. Mulai dari rasa gatal dan merah pada kulit, gangguan pernapasan hingga gangguan pada pencernaan. Lalu, bisakah disembuhkan?

“Bukan disembuhkan tapi dikurangi reaksinya pada alergennya. Apabila kita dapat menghindari atau mengurangi paparannya maka sebetulnya kita bisa mengurangi gejala-gejalanya,” kata DR Dr Herqutanto, MPH, MARS, ketua departemen Ilmu Kesehatan Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IKK FKUI), ditemui dalam acara ‘Bunda Tanggap Alergi dengan 3K: Kenali, Konsultasi, Kendalikan’, di Jl Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu(17/04/2016).

Namun, menurut dr Herqutanto untuk sembuh secara total dari alergi tidak bisa. Hal ini dikarenakan kemungkinan akan muncul alergen lain.

Seperti diketahui, alergi merupakan suatu reaksi terhadap kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya. dr Harqutanto berpendapat, alergi terhadap obat merupakan salah satu alergi yang cukup berbahaya.

“Biasanya, obat-obatan yang dikonsumsi tanpa konsultasi dengan medis. Ada beberapa jenis obat yang umum, tapi belum tentu antibiotik,” tutur dr Herqutanto.

Baca juga: Konsultasi Gejala Alergi di Car Free Day Diminati Para Orang Tua

Saat ini, alergi makanan menjadi yang paling sering dialami oleh anak. Sekitar 20 persen anak pada satu tahun pertama mengalami reaksi terhadap makanan yang diberikan.

Allergy & Asthma Foundation of America menyatakan bahwa alergi susu paling banyak terjadi pada anak-anak. Di Indonesia, satu dari 25 anak mengalami alergi protein susu sapi.

“Alergi juga memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan di kemudian hari, seperti timbulnya asma dan rhinitis. tidak hanya itu, masalah sosial seperti harus ke dokter terus atau prestasi anak di sekolah juga akan berpengaruh,” lanjut dr Herquanto.

Maka dari itu, diperlukan pencegahan sedini mungkin untuk mengendalikan alergi.

“Dimulai dengan mengenali dengan benar apa alergi itu, risiko, penyebab, serta gelajanya. Kemudian, konsultasikan kepada dokter begitu diketahui terdapar gejalanya,” kata Oliver Pierredon, Presiden Direktur Sarihusada saat ditemui dalam acara yang sama.

Apabila anak didiagnosa mengalami alergi, lakukan tidakan pengendalian dengan mengambil tindakan pencegahan atau pengobatan sesuai saran dokter. Cara ini dapat membantu anak dan orang tua untuk mengurangi dampak yang disebabkan oleh alergi.

Alergi sendiri memiliki beberapa gejala yang mudah dikenali. Mulai dari gatal pada bagian tubuh, kulit memerah, gangguan pernapasan atau gangguan pencernaan.

SUMBER | DETIK.COM

Facebook Comments