oleh

Bersama Laskar Digital Aceh, Pemuda Berdarah Aceh Jaya Ini Terbitkan Buku

Banda Aceh-Muhammad Arista Rahmadhani (21), pemuda berdarah Kabupaten Aceh Jaya, berhasil menerbitkan buku berjudul “Titik-Titik Rindu”.Saat ini ia tergabung dalam laskar digital GenPI Aceh.

Berawal dari ungkapan hati yang hanya sebatas tulisan biasa pada postingan di media sosial menjadi antologi puisi yang diterbitkan dalam sebuah buku.Muhammad Arista Rahmadhani, saat ini sedang menempuh pendidikan S1 Prodi Pendidikan Kimia di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Sejak beberapa tahun ini, ia mulai mencintai dunia menulis. Baginya menulis menjadikan ia benar-benar menjadi sosok yang diceritakan.Coretan puisinya pun telah menjelma menjadi lembaran-lembaran puitis yang terangkum dalam sebuah buku.

Antologi puisi itu berisi 140 halaman menjadikannya sebuah karya yang begitu diminati oleh masyarakat khususnya kawula muda.”Menulis buku berawal dari tahun 2013 yang sering mengungkapkan sesuatu di Facebook, lalu terus berkelanjutan hingga buat blog, dan ngeshare di sosial media lainnya,” ungkap Arista terkait cikal-bakal penerbitan antologi buku puisinya ini, Kamis, 8 Maret 2018, di Banda Aceh.

Buku karya Muhammad Arista Rahmadhani (21), pemuda berdarah Kabupaten Aceh Jaya.
Buku karya Muhammad Arista Rahmadhani (21), pemuda berdarah Kabupaten Aceh Jaya.

Seiring berjalannya waktu, lanjut dia, tulisan berbentuk puisi itu banyak yang suka, ada juga yang request dan yang mengkritik tentang cara penulisan penggunaan sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) hingga pernah dibaca oleh penulis dan disukai oleh beberapa penulis yang sudah lebih dulu menggeluti ini.

“Hingga pertengahan 2017, banyak dari pembaca yang menyarankan untuk dibukukan puisi-puisi karya tersebut.Banyak pembaca di sosial media memberikan saran untuk puisi-puisi tersebut dibukukan saja sebagai sebuah karya dan alhamdulillah tahun ini terwujudkan,” lanjut pemuda yang juga Duta Wisata Aceh Jaya 2016 ini.

Ketua Umum GenPI Aceh Reyhan Gufriyansyah, menuturkan, hal ini merupakan suatu pencapaian baru yang dilakukan oleh anggota laskar digital, selain mempromosikan pariwisata juga bisa menuangkan karya sastra dalam baik-baik puisi, bukan tidak mungkin keindahan destinasi nantinya juga bisa dibuat dalam puisi.

Buku karya Muhammad Arista Rahmadhani (21), pemuda berdarah Kabupaten Aceh Jaya.
Buku karya Muhammad Arista Rahmadhani (21), pemuda berdarah Kabupaten Aceh Jaya.

“Tentunya suatu kebanggaan tersendiri bagi GenPI Aceh ketika teman-teman GenPI tidak hanya mempromosikan pariwisata melalui sosial media, tetapi juga bisa menghasilkan karya-karya lain yang cukup menarik,” tutur Reyhan.

Dan pastinya, tambah Reyhan, kita (GenPI Aceh, -red) akan terus mendukung dan menanti karya-karya terbaru lainnya dari kawan-kawan GenPI yang bisa menginspirasi teman-teman lainnya untuk terus berkarya dan melahirkan ide-ide positif lainnya.

Antologi puisi “Titik-Titik Rindu” karya Arista ini yang diterbitkan oleh Ellunar hingga saat ini belum tersedia di toko-toko buku, melainkan hanya baru tersedia di laman www.ellunarpublisher.com atau bisa didapatkan melalui WhatsApp +6285260471237 dan +6289685309651.[]

Reporter | Munawar HF

Komentar

News Feed