full screen background image

‘Bertaruh’ Nyawa Melewati Jembatan Buket Jengkol

Share Button
Melintas

Salah seorang siswa saat melintasi jembatan. FOTO | ALAN

KONDISI jembatan Buket Jengkol, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, kian mengkhawatirkan dan sangat mengancam keselamatan warga hingga pelajar SD di daerah pedalaman itu. Jembatan itu menghubungkan antara gampong Peurupoek dan Coet Teufah.

Pagi itu, jarum jam menunjukkan sekira pukul 07.30 WIB, beberapa siswa-siswi masih juga tampak ceria, meskipun jalan menuju ke sekolah tempat mereka mengenyam pendidikan tidak semulus layaknya daerah lain.

Sesaat mereka terhenti seakan tak berdaya ketika tiba disebuah jembatan yang sudah tidak layak lagi dilalui belum juga diperbaiki oleh pemerintah. Apalagi, kondisi kayu yang mulai lapuk dan mengancam nyawa generasi bangsa maupun masyarakat setempat.

Kibarkan Bendera

Beberapa pelajar sambila berjalan membawakan bendera Merah Putih. FOTO | LAN

Hal ini diketahui, saat media ini menyambangi pedalaman Aceh Utara, Senin, 27 Maret 2017. Sambil berjalan diantara pohon pisang dikiri dan kanan, pelajar mengibarkan selembar bendera Merah Putih.

Ditemui media ini, Keuchik Peureupok, Abdullah, mengaku pasrah atas kondisi jembatan tersebut. Ini lantaran, satu-satunya jembatan yang harus dilalui sejak konflik melanda Aceh beberapa tahun lalu antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

“Mau bagaimana lagi, harus kita lewati jembatan ini. Hanya ini jembatan satu-satunya yang dapat kami lalui meski nyawa taruhannya, meskipun kondisi kayu jembatan sudah keropos,” ujar Abdullah.

Padahal, ia mengaku sudah pernah mengeluhkan supaya jembatan tersebut segera diperbaiki. Ini lantaran pihaknya sangat khawatir dan cemas terhadap pelajar yang melintas.

jembatan rusak

Kondisi jembatan Buket Jengkol, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, yang menghubungkan antara gampong Peurupoek dan Coet Teufah. FOTO | LAN

“Kami sudah beberapa kali mengeluhkan jembatan tersebut agar segera di perbaiki, karena yang kami takutkan ketika siswa melintasi jembatan jatuh kebawah akibat kondisi kayu tidak mungkin dilalui, apa lagi ini jembatan satu-satunya yang menghubungkan antara gampong Peurupoek dan Coet Teufah,” ungkapnya.

Menurut dia, baru-baru ini ada salah seorang anak yang terjatuh di jembatan tersebut, akibat terperosok kayu yang lapuk, sehingga hari ini membuat pulahan siswa menentengkan bendera merah putih di jembatan tersebut sebagai wujud kekecewaan mereka terhadap pemerintah agar jembatan ini segara di perbaiki sebelum nyawa mereka melayang di jembatan yang rawan dilalui.

Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait, penyebab belum dilakukannya perbaikan jembatan tersebut.

(Red/Lan)

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM