full screen background image

BRI Syari’ah Semarakkan Geliat Ekonomi Syari’ah di Aceh

Share Button
FPTP Grand Launcing Relokasi BRI Syariah 2

FPTP Grand Launcing Relokasi BRI Syariah. (FOTO | Ist)

Banda Aceh-Kehadiran Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syari’ah diharapkan menjadi momentum dan sarana yang tepat untuk mendorong kebersamaan dalam menciptakan koordinasi yang sinergis guna memacu pembangunan di Aceh. Beroperasinya BRI Syariah Kantor Cabang Banda Aceh, diharapkan semakin menyemarakkan geliat ekonomi syariah di Bumi Serambi Mekah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, dalam sambutan singkatnya pada acara peresmian Kantor BRI Syari’ah, Kantor Cabang Banda Aceh, Selasa (9/8/2016). “Pemerintah Aceh selalu mendorong aktivitas Perbankan agar keterlibatannya dalam memperkuat ekonomi rakyat semakin meningkat. Dalam konteks Aceh, sistem perbankan yang berdasarkan syari’at menjadi sebuah keniscayaan, mengingat tujuan dan cita-cita kita untuk menerapkan Syari’at Islam dalam segenap aspek kehidupan, termasuk dalam hal ekonomi,” tegas Gubernur.

Zaini mengatakan, peran perbankan sangatlah penting sebagai motor pembangunan dan lembaga intermediasi di sektor keuangan. Lebih-lebih dalam kondisi ekonomi Aceh saat ini, di mana sektor Usaha Kecil dan Menengah atau UKM begitu dominan di masyarakat.

“Tanpa dukungan perbankan, sektor UKM tentu sulit untuk berkembang.Karena itu, kita bersyukur bahwa seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, saat ini semakin banyak Perbankan Syari’ah menjalankan aktivitas bisnisnya di Aceh. Salah satu lembaga perbankan syariah yang hari ini hadir di Aceh adalah PT BRI Syariah,” sambung dia.

Secara nasional BRI Syariah telah hadir di Indonesia sejak tahun 2008. Saat ini, BRI Syariah menjadi bank syariah terbesar ketiga di Indonesia berdasarkan aset. Adapun bisnis intinya berfokus kepada kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan kegiatan konsumer berdasarkan prinsip Syariah.

“Dengan konsep bisnis itu, mudah-mudahan kehadiran bank ini mampu memperkuat perekonomian Syariah di Aceh,” harap Gubernur.

Untuk diketahui bersama, di samping menjalankan aktivitas bisnis di masyarakat Aceh berdasarkan prinsip ekonomi Islam, ada hal yang menarik dari kehadiran BRI Syariah ini, yakni cabang Banda Aceh dengan UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kualah dan Universitas Teuku Umar, Aceh Barat. Salah satu materi yang disepakati dalam perjanjian itu adalah pengembangan laboratorium mini perbankan syariah di tiga kampus tersebut.

“Kerjasama ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility atau CSR atau bentuk tanggungjawab sosial BRI Syari’ah kepada masyarakat Aceh. Tentu saja ada banyak manfaat dari simulasi ini, antara lain, mahasiswa semakin paham dan merasakan sendiri pengalaman dalam menjalankan praktik-praktik ekonomi Islam yang berkembang di lapangan,” himbau Doto Zaini.

Gubernur berharap, tiga universitas yang telah bekerjasama dengan BRI Syari’ah, dapat memanfaatkan secara maksimal untuk memperkaya pengetahuan para mahasiswa mengenai praktik ekonomi Islamagar lahir individu-individu yang mampu menterjemahkan ekonomi Islam dalam model pembelajaran yang lebih dinamis di dalam pendidikan.

“Atas nama Pemerintah Aceh, saya mengucapkan selamat atas hadirnya BRI Syari’ah Kantor Cabang Banda Aceh ini. Mudah-mudahan BRI Syari’ah dapat tampil sebagai salah satu bank terbaik di tingkat nasional, dan mampu berbuat lebih maksimal dalam mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat Aceh,” pungkas Gubernur Aceh.

Perbankan Syari’ah

Sementara itu, Muhammad Hadi Santoso, selaku Direktur BRI Syari’ah, menjelaskan, kehadiran BRI adalah dalam rangka mendukung pembangunan dan perkembangan perekonomian syari’ah di Indonesia.

“Bank BRI Syari’ah telah menyalurkan pembiayaan mikro dan retail sebesar Rp202 miliar. Ini merupakan bentuk partisipasi aktif BRI terhadap perkembangan perekonomian syari’ah di Aceh,” ungkap Muhammad Hadi.

Dalam kesempatan Gubernur juga menyerahkan Beasiswa Faedah dari BRI Syari’ah yang diberikan kepada Universitas Syiah Kuala sebesar Rp25 juta untuk 10 mahasiswa dan mahasiswi. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry total Rp25 jt untuk 10 mahasiswa dan mahasiswi.

Sedangkan Universitas Malikussaleh Lhokseumawe dan Universitas Teuku Umar, masing-masing mendapatkan beasiswa sebesar Rp20 juta untuk delapan orang mahasiswa. Selain itu juga diberikan beasiswa untuk Madrasah Aliyah Negeri Model sebesar Rp4,5 juta, untuk 3 orang siswa.

Acara juga ditandai dengan pemukulan rapa’i oleh Gubernur Aceh didampingi oleh Direktur BRI Syari’ah Aceh, Kepala OJK Perwakilan Aceh. Acara diakhiri dengan penandatangan prasasti dan pertukaran cinderamata antara Gubernur Aceh dan Direktur BRI Syari’ah Aceh.

Sejumlah pejabat terlihat hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya Kepala Otoritas Jasa Keuangan Perwakilan Aceh, Ahmad Wijaya Putra, Area Manager Garuda Indonesia Aceh, Nano Setiawan, Kepala Kantor Cabang BRI Aceh.Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, serta sejumlah perwakilan bank yang ada di Banda Aceh dan para nasabah BRI Syari’ah.

Reporter | Rizal JP

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM