oleh

Delapan Kandidat Tolak Kemenangan Akmal Ibrahim-Muslizar

pilkada
ilustrasi. FOTO | AJNN.NET 

Blangpidie-Delapan kandidat di Pemilihan Kepala Daerah Aceh Barat Daya menolak hasil pemungutan suara. Menurut mereka, pasangan Akmal Ibrahim-Muslizar melakukan banyak kecurangan untuk memenangkan Pilkada 2017.

Penolakan tersebut dikarenakan banyak terjadinya pelanggaran secara masif, terstruktur dan sistematis. “Pilkada Abdya penuh kecurangan. Kami menolak hasilnya,” kata Muazam, kandidat nomor urut dua di Pilkada Abdya, Kamis (16/2).

Delapan kandidat yang menolak hasil ini adalah Muazam-Hermasyah, Hasbi Saleh-T Alamsyah Yuspa, Meidisal-Ruslan, Mukhlis Muhdi MA-Syamsinar, Junaidi-Edwar Rahman, Qudusy Syam Marfali-Tgk Hamdani, Erwanto-Muzakir, serta Zainal Arifin Yur-Said Azhari.

Menurut mereka, Akmal melakukan sejumlah kecurangan. Satu di antaranya adalah membagi-bagikan uang secara masif dan berulang-ulang kepada pemilih untuk mempengaruhi mereka pada pemilihan, kemarin.

Mereka juga mengatakan pelaksanaan Pilkada Abdya 2017 cacat hukum dan menyatakan menolak hasil Pilkada 2017. Langkah ini diikuti dengan menarik seluruh saksi di kecamatan dan tidak mengikutsertakan saksi dalam proses rekapitulasi perhitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan.

Para kandidat juga menilai Komisi Independen Pemilihan Abdya lalai yang mengakibatkan sebagian besar kertas suara rusak dalam jumlah yang besar. KIP juga tidak mengajak pasangan calon menyaksikan model lipatan, sehingga bentuk lipatan yang dibuat oleh KIP membuat pasangan calon nomor urut 5 sampai 10 sangat dirugikan.

“Kami meminta panwaslih agar menindak tegas paslon nomor urut 1, Akmal Ibrahim, yang diduga melakukan jual beli suara,” kata Muazam.

SUMBER | AJNN.NET 

Komentar

News Feed