full screen background image

Difitnah Ikut Rapat PKI di Istana, Nezar Patria Somasi Alfian Tanjung

Share Button
nezar-patria

Anggota Dewan Pers, Nezar Patria. FOTO | ACEHKITA.COM 

[clickToTweet tweet=”Difitnah Ikut Rapat PKI di Istana, Nezar Patria Somasi Alfian Tanjung” quote=”Difitnah Ikut Rapat PKI di Istana, Nezar Patria Somasi Alfian Tanjung”][social_warfare buttons=”Facebook, Twitter”]

Jakarta-Anggota Dewan Pers, Nezar Patria melalui kuasa hukumnya J. Kamal Farza SH dan kawan-kawan, Senin (30/1/2017) siang, mengirimkan teguran hukum (Somasi) kepada Alfian Tanjung, agar berhenti menyebarkan fitnah berupa kabar bohong atas dirinya dan mencabut semua pernyataan yang mengatakan ia kader PKI (Partai Komunis Indonesia).

“Kami menolak dan sangat berkeberatan dengan ucapan serta perkataan Saudara Alfian Tanjung yang saat ini beredar luas menjadi viral di media sosial,” ujar Kamal sebagaimana dilansir acehkita.com.

Sebagaimana banyak diberitakan media massa dan beredar luas di media sosial, Sabtu, 1 Oktober 2016 sekitar pukul 20.00 WIB, di Mesjid Jami’ Said Tanah Abang, Alfian Tanjung mengatakan, “Mereka (PKI) sudah menguasai Istana, hampir sebulan ini tak ada lagi konsultan tentara. Rapat-rapat di istana negara sekarang ini dipimpin oleh orang yang namanya Teten Masduki, Urip Supriyanto, Budiman Sudjatmiko, Waluyo Jati, Nezar Patria, dan sederet kader-kader PKI, yang mereka menjadikan istana tempat rapat rutin mereka tiap hari kerja di atas jam delapan malam ke atas. Keren ya, jadi istana negara sekarang jadi sarangnya PKI sejak bulan Mei 2016.”

Kamal menyesalkan ucapan Alfian yang menyebutkan nama Nezar dalam ceramahnya itu. Menurut dia, hal yang dilakukan Alfian adalah fitnah keji.

Pertama menyebutkan Nezar sebagai kader PKI jelas adalah fitnah yang sangat serius.

“Nezar sebagai generasi yang lahir dan besar di zaman Orde Baru jelas tidak pernah menjadi anggota apalagi kader PKI,” jelas Kamal.

Karena itu, tuduhan Alfian adalah fitnah yang keji. Alfian seakan mengajak umat Islam untuk percaya dengan analisis ngawur yang dibuatnya, dan rangkaian isi ceramahnya itu berpotensi menghadapkan klien dia seakan menjadi ancaman buat umat Islam.

“Ini menyakitkan, karena sebagai Muslim, Nezar mustahil memusuhi Islam, yang telah menjadi agama serta identitas budayanya sebagai seorang yang lahir dan besar di Aceh, sebuah daerah yang kental tradisi Islamnya di nusantara”, ujar Kamal.

Tuduhan tak berdasar itu juga telah membuat marah keluarga besar serta kerabat Nezar di daerah asalnya, Aceh, lanjut Kamal.

Kedua, berkaitan dengan tuduhan pertama ditambah dengan aktivitas “memimpin rapat malam di Istana”, adalah tuduhan yang sama sekali tak berdasar fakta dan merupakan kabar bohong yang dikarang oleh Alfian.

“Selama delapan belas tahun ini Nezar berprofesi sebagai wartawan profesional, dan dia tak pernah masuk dalam arena politik apalagi menjadi pejabat di Istana. Sebagai wartawan dia menjunjung tinggi sikap obyektif, tak memihak, dan terbukti independen dalam melakukan tugasnya,” papar Kamal.

Nezar tak pernah rapat malam di Istana dan sampai hari ini dia tak punya hubungan kerja dan organisasi dengan Istana. Tuduhan “rapat malam di Istana” telah merusak kredibilitasnya sebagai wartawan profesional yang seakan dia telah ikut dalam politik praktis dan menjadi bagian dari kekuasaan eksekutif.

“Itu adalah hal yang bertentangan dengan Kode Etik Jurnalistik yang dipegang kuat oleh klien kami selaku anggota Dewan Pers”, ujar Kamal.

Menurut Kamal, meski didera oleh fitnah, kliennya masih beritikad baik melayangkan somasi karena mempertimbangkan kemungkinan Alfian sedang khilaf dan salah sasaran, dengan demikian yang bersangkutan diharapkan meminta maaf, mencabut pernyataannya, dan menghentikan firnah.

“Tetapi jika Alfian tidak menggubris somasi ini, maka kami akan melakukan tuntutan hukum,” tegas Kamal.

Karena itu, Kamal dan kawan-kawan memberikan waktu selama 3 x 24 jam terhitung sejak somasi ini diterima Alfian, agar yang bersangkutan mencabut ucapan, perkataan, dan menghentikan penyebaran secara luas baik lewat media cetak maupun elektronik, serta membuat pernyataan maaf di media massa nasional.

“Jika dia tidak berubah, kita akan proses hukum,” pungkas Kamal.

SUMBER | ACEHKITA.COM 

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM


Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.