full screen background image

Dirut RSUDZA: Ada Perubahan Kebijakan di Tengah Jalan

Share Button
direktur-rsudza

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh Fachrul Jamal. FOTO | AJNN.NET 

Banda Aceh-Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh Fachrul Jamal mengakui adanya perubahan kebijakan di tengah jalan sehingga muncul tudingan adanya nama-nama siluman dalam perekrutan tenaga kontrak di rumah sakit.

“Perubahan kebijakan ini dibuat setelah adanya tim kecil panitia membuat rapat. Perubahan kebijakan ini tidak kami sampaikan kepada publik, ini untuk dalam saja,” kata Fachrul Jamal dalam konferensi pers di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Rabu (7/3) untuk menggelar pertemuan dengan komisi 6.

Dirinya juga mengakui nama-nama yang muncul di tes akhir merupakan anak bakti yang selama ini telah bekerja di rumah sakit selama satu tahun lebih.

“Nama mereka tidak muncul begitu saja, mereka juga mengikuti tes susulan. Ada 600 orang anak bakti di rumah sakit. Dari awal kami berikan kesempatan untuk ikut tes, namun tidak banyak yang lulus,” kata Fachrul.

Fachrul menambahkan kebijakan baru muncul setelah keluarnya hasil tes psikotes. Pasalnya dari 200o orang peserta yang mengikuti tes, hanya satu orang yang lulus sesuai dengan nilai yang ditetapkan yakni 4-5 per item.

“Ini kan jadi masalah, jadi 2000 orang yang ikut tes, hanya satu orang yang lulus. Disitu kami duduk rapat untuk menurunkan nilai psikotes. Kami meminta tim penguji untuk mengevaluasi kembali hasil psikotes yang ada dengan menurunkan nilainya,” katanya.

Setelah mengevaluasi hasil psikotes, kata Fachrul, disitu baru muncul pro kontra dari orang-orang tidak lulus. Total seluruh yang lulus menjadi tenaga kontrak di rumah sakit adalah 561 orang. Jumlah tenaga bakti yang lulus sampai tahap akhir hanya 190 orang dari 600 orang tenaga bakti.

“Intinya tidak ada permainan ataupun kecurangan dalam perekrutan tenaga kontrak ini. Semua terbuka, cuma ada perubahan kebijakan di tengah jalan yang menimbulkan dugaan adanya peserta siluman,” ujarnya.

Bahkan, kata Fachrul, hampir 300 orang yang lulus itu merupakan orang baru yang tidak pernah bakti di rumah sakit. Padahal konsep awal penerimaan pegawa kontrak di rumah sakit untuk memberikan legalitas kepada tenaga bakti yang sudah lama mengabdi.

“Konsep awal kami buka ini adalah ingin memberikan legalitas kepada anak-anak bakti yang ada di rumah sakit. Bahkan kami dulu berencana tidak mempublis penerimaan pegawai kontrak ini. Tapi karena pertimbangan dan lain hal makanya ini kami buka untuk umum,” katanya.

SUMBER | AJNN.NET 

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM