full screen background image

DLHK3 Banda Aceh Siap Jadi Tuan Rumah Jamnas Bebas Sampah

Share Button
Sekretaris DLHK3 Banda Aceh, Mirzayanto ST. FOTO | DOK.PRIBADI

Sekretaris DLHK3 Banda Aceh, Mirzayanto ST. FOTO | DOK.PRIBADI

Banda Aceh-Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan Keindahan Kota (DLHK3), menyatakan dukungannya terkait Jambore Nasional (Jamnas) bebas sampah pada 2020 mendatang, dan menjadikan Banda Aceh sebagai tuan rumah.

“Kegiatan Jambore Nasional ini melibatkan seluruh unsur masyarakat dan  stakeholder terkait, kita juga sudah  siap menjadi tuan rumah atas kegiatan tersebut,” ujar Sekretaris DLHK3 Banda Aceh, Mirzayanto ST, pasca digelarnya Jambore Nasional tahun 2017 di Banda Aceh, Kamis, 9 November 2017.

Menurut Mirzayanto ST, Jambore Nasional ini  selain dapat mendidik dan memberikan  wawasan terhadap pegiat, peduli lingkungan dalam melakukan pengelolaan sampah yang baik, juga meringankan tugas pemerintah dalam hal penanganannya.

“Kerjasama  dalam hal penanganan sampah khususnya di Banda Aceh, dengan komunitas peduli lingkungan  yang ada secara aktif sudah dilakukan sejak 2015. Dan kita melihat komunitas ini semakin  lebih besar,” ujarnya.

Selain itu juga, lanjut Mirzayanto ST, Jambore ini sangat bermanfaat dalam membuka wawasan pegiat, peduli lingkungan untuk memahami persoalan persampahan secara maksimal.

“Kesempatan Jambore ini sangat baik dan bisa kita maksimalkan serta sangat membantu pemerintah, khususnya kota Banda Aceh,” Mirzayanto ST.

Sebelumnya, koordinator Jambore Nasional Bebas Sampah 2020,  Kota Banda Aceh, Sasa, mengatakan hasil dari seleksi yang digelar secara nasional di Jakarta, Banda Aceh terpilih menjadi tuan rumah dan ini merupakan Jambore ke II  setelah Kota Solo, Jawa Tengah.

Selain akan digelarnya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap  21 Februari, kegiatan Jambore ini juga sebagai ajang berkumpulnya pegiat-penggiat peduli lingkungan yang ada diseluruh Indonesia.

“Kami sangat senang Jambore Nasional Bebas Sampah 2020, bisa terwujud di Banda Aceh, karena kepanitiaannya juga sangat kompleks dalam mengikut sertakan seluruh unsur dari berbagai elemen komunitas peduli lingkungan, serta berbagai forum koloborasi komunitas peduli sampah lainnya dan pemerintahannya juga sangat mendukung kegiatan ini,” katanya.

Ketua panitia Gamal mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari  atau terhitung sejak 10 hingga 12 November 2017, yang dipusatkan di hutan kota Tibang Banda Aceh.

Kegiatan ini menghadirkan 30 panitia pusat dari seluruh unsur dengan jumlah peserta yang mendaftar mencapai ratusan orang,” kata Gamal, seraya menjelaskan kegiatan ini diinisiasi oleh gerakan Indonesia “Bebas Sampah 2020”, yang didukung oleh sejumlah kementerian serta segenap dinas serta instansi dalam jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Kita berharap, peserta yang hadir nantinya dari seluruh komunitas yang hadir dari luar Aceh khususnya bisa mendapatkan kenyamanan yang baik dan mengikuti dengan sistem serta aturan aturan yang berlaku di Aceh,” tutupnya.

Reporter | Hendra S

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.