full screen background image

Dosen UIN Sorot Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Madani

Share Button
Terlihat dua mobil tronton besar sedang melintas di simpang lampu merah Lampriet, Banda Aceh. Foto | Facebook

Terlihat sebuah mobil tronton besar sedang melintas di simpang lampu merah Lampriet depan masjid Oman, Banda Aceh. Sabtu 30 Juli 2016. Foto | Facebook

Banda Aceh-Melakukan pelanggaran lalulintas dan bahkan membahayakan keselamatan pengendara lainnya di Kota Banda Acehseakan menjadi hal biasa yang boleh dilakukan oleh masyararakat. Seperti yang dilakukan beberapa mobil truck (tronton besar) pembawa batu-batu besar dari daerah Krueng Raya selama ini menuju Lampulo atau kawasan Syiah Kuala. Hal itu sempat menarik perhatian banyak orang karena dianggap membahayakan pengendara lainnya.

Bahkan seorang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Syarifuddin, menyorot pelanggaran yang dilakukan beberapa mobil tronton besar yang melintas di persimpangan lampu merah depan masjid Lampriet, Kota Banda Aceh.

Hal itu disampaikan dosen Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry itu melalui akun facebook miliknya, Sabtu, 30 Juli 2016. Dia mengkritik hal tersebut karena dianggap sangat berbahaya.

Sebagaimana terlihat pada foto di atas, batu-batu besar yang diangkut menggunakan mobil raksasa itu memperlihatkan batu-batu besar dan membahayakan dan mengancam keselamatan pengendara di belakangnya karena tidak menggunakan palang pintu apapun sebagai penahan batu tersebut.

Dosen Filsafat Nilai pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry itu berharap agar permasalahan tersebut dapat segera diatasi oleh pemerintah khususnya pemerintah Kota Banda Aceh .

Reporter | Hidayat

Facebook Comments