oleh

Dyah Erti Idawati: Pemanfaatan Teknologi Informasi Sudah Menjadi Keharusan

Banda Aceh-Wakil Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati mengajak para perajin barang-barang kerajinan di Aceh memanfaatkan teknologi informasi untuk mengembangkan usaha kerajinan sehingga produk kerajinan Aceh tidak hanya dikenal di Aceh, tapi juga di pasar global.

“Pemanfaatan teknologi informasi sudah menjadi sebuah keharusan di zaman sekarang ini. Selain cepat, murah dan efisien, dengan teknologi informasi kita dapat menjangkau pembeli hingga ke seluruh dunia,‚ÄĚkata Dyah saat membuka pelatihan manajemen usaha dan penggunaan teknologi informasi untuk pengembangan usaha kerajinan di Hotel Poma, Senin, 17 September 2018.

Dyah menjelaskan, ada tiga unsur penting agar sebuah produk mampu bersaing dan menjangkau pasar yang luas. Yang pertama sebut Dyah adalah produk yang bermutu dan berkualitas, para perajin harus mampu meningkatkan kualitas serta produk kerajinan.

Dyah juga menyampaikan, sebuah produk yang bermutu dan berkualitas perlu ditunjang dengan Sistem manajemen yang baik. Ini merupakan unsur kedua yang perlu diperhatikan oleh para perajin karena jika tidak dikelola dengan baik, maka para perajin akan rugi atau bahkan bankrut.

Sedangkan unsur yang ketiga sebut Dyah adalah pemanfaatan teknologi informasi. Untuk memanfaatkan Meddia sosial misalanya, diperlukan keahlian khusus sehingga mampu mengolah kontennya agar menarik dan dikunjungi oleh banyak orang.

“Ada orang yang memiliki omset ratusan juga bahkan milyaran hanya dengan memanfaatkan media sosial sebagai media promosi,” ujar Dyah.

Sebab itu kata Dyah, Dekranasda Aceh mengadakan pelatihan pemanfaatan teknologi kepada para perajin agar mampu menerapkan manajemen usaha yang baik dan memanfaatan teknologi informasi dalam mendukung kemajuan usaha yang dijalankan.

“Jika ilmu manajemen dan teknologi informasi itu dapat dikuasai dengan baik, Insya Allah produk kerajinan Aceh tidak hanya dikenal di Aceh, tapi akan bisa merambah pasar global,” kata Dyah.

Ia berharap, para peserta yang sudah dipilih dari kabupaten/Kota di Aceh mampu menjadi agen perubahan dan membagikan ilmu yang didapatkan selama pelatihan kepada para perajin lainnya di daerah.[]

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed