oleh

Empat Kabupaten/Kota Ramaikan Billiard Master Cup 2

Share Button
Billiard Master Cup 2
Open Tournamen Billiard Master Cup 2, yang di helat selama dua hari atau sejak 10 hingga 11 Desember 2016, di Master Billiard Club, dikawassan Jalan Kartini, Peunayong, Kota Banda Aceh. FOTO | ALI AKBAR

Banda Aceh-Sebanyak empat Kabupaten/Kota di provinsi Aceh ambil andil untuk meramaikan open tournamen billiard master cup 2, yang di helat selama dua hari atau sejak 10 hingga 11 Desember 2016, di Master Billiard Club, dikawassan Jalan Kartini, Peunayong, Kota Banda Aceh.

Ketua Panitia, Hengky Siregar, menyebutkan turnamen yang diselenggarakan itu diikuti 40 pebiliar dari empat kabupaten/kota, yaitu Kota Banda Aceh, Sabang, Meulaboh, Lhokseumawe. “Turnamen ini memperebutkan hadiah total dana pembinaan sebesar Rp.8 juta,” sebutnya.

Dia merincikan, juara pertama memperoleh dana pembinaan sebesar Rp1,5 juta, juara kedua, Rp.750 ribu, juara tiga, Rp.500 ribu, juara empat, Rp.250 ribu plus piala. “Untuk juara I hingga juara III, pemenang juga mendapatkan piala serta stick dan satu tas. Kecuali, bagi pemenang juara empat selain mendapatkan dana pembinaan hanya diberikan piala.Turnamen ini menggunakan bola 9, dengan sistim gugur,” rincinya.

Plt Pederasi Olahraga Billiard Seluruh Indonesia ( POBSI), Kota Banda Aceh, T. Syahlan Raja Cut mengatakan, dengan adanya turnamen tersebut akan muncul bibit-bibit atlit yang berprestasi untuk bisa di banggakan khususnya untuk kota Banda Aceh, dan provinsi Aceh pada umumnya.

Disebutkan dia, POBSI provinsi terbentuk tahun 2010, melalui hasil Musyawarah Nasional (MUNAS) di Semarang. Saat itu, kata dia, Aceh mengirimkan atlit dari MBC empat orang yaitu Wahyu, Iwan Saga, Rony dan Muammar Khadafi. “Di kejurnas Semarang, Master Aceh mendapat juara kedua se-Indonesia,” sebutnya menuturkan.

Menurutnya, kendala yang dihadapi pihaknya saat ini yaitu jarangnya turnamen tersebut digelar. Selain itu, lanjut dia, di Aceh rumah billiard, identik di anggap tempat maksiat, karena itu pihaknya bertekad untuk membersihkan nama olahraga Billiard di Aceh.

“Hal ini akan kita lakukan dengan tidak lagi menempatkan pekerja-pekerja perempuan tinggal di rumah billiard. Khusus hari Jum’at, rumah billiard akan ditutup, sesuai intruksi dan anjuran dari pengurus POBSI, begitu juga di hari-hari besar seperti bulan ramadhan kita tutup, agar olah raga ini bersih di mata masyarakat Aceh,” imbuhnya.

Pengurus Cabang POBSI Kota Banda Aceh, juga memiliki atlit muda berbakat, seperti Sabil (16) tahun pelajar SMU 1 Banda Aceh, olah raga ini di gelutinya sejak usia dini. Diharapkan dia, kepada lembaga pemerintah dan para media massa atau organisasi-organisai lain untuk membantu, agar olah raga billiard ini bisa berkembang lagi dan mampu melahirkan atlit-atlit berprestasi demi Kota Banda Aceh khususnya dan provinsi Aceh pada umumnya.

“Kami memohon bantuan kepada pemerintah Aceh dan pemerintah kota Banda Aceh dan induk organisasi KONI untuk memperhatikan, karena ini adalah Cabang Olarga yang berhak mendapatkan dukungan dan pembinaan. Sehingga, atlit-atlit Aceh berprerstasi dapat menyalurkan bakatnya serta bisa bersaing dengan atlit-atlit dari provinsi lain, baik di kancah nasional maupun internasional,” harapnya.

Penulis | Ali Akbar/Citizen Journalism

Facebook Comments

Komentar

News Feed